Gitasyahni’s Weblog

Senandung hati mengungkap jejak langkah kaki hidupku…

Cerita tentang kambing

Kambing…. gara – gara aku liat mahluk ini tadi pagi di pasar dan lepas bebas, aku jadi agak-agak takut sama yang jantan,karena pengalaman diseruduk waktu kecil, ceritanya begini :

Waktu itu aku masih kelas 1 ( satu ) SD, berangkat dan pulang biasa aku diantar jemput bapak atau kakaku yang cowok yang udah kelas enam SD waktu itu. Nah waktu itu kakakku ga bisa antar pulang karena dia ada tambahan pelajaran sedang bapakku gak bisa jemput karena masih kerja di sawah. Akhirnya aku pulang bareng – bareng temen yang lain sama kakaku yang perempuan ( kelas 3 SD ).

Aku masih ingat waktu itu rambutku yang sepinggang di ikat dua dengan dihias pita merah. Aku memakai tas merah dan sepatu hitam, aku yang menurut temen- temen itu kayak unyil ( aku kurus dan kecil getuuu ) jalan di paling belakang sambil memakai sapu tangan merah di kepala, waktu itu panas banget jadi sapu tanganku kugunakan sebagai penutup kepala.

Nah…baru kurang lebih 200 meter aku berjalan di situ ada kambing jantan sedang di ikat di sebuah pohon kecil dengan tanduk yang udah sedikit melingkar, badannya besar dan bulunya keriting karena kambing domba. Di situ juga ada penggembala yang sedang duduk – duduk, dan entah kenapa tiba – tiba kambing itu bangun dan menarik – narik badannya supaya lepas dari tali. Kakak dan temen – temen semua berlari kencang, aku yang di belakang belum begitu tau kenapa mereka lari, maka akupun ikut lari sambil memegang tas dan kepalaku, takut sapu tangan terbang. Aku berlari ringan dan gak menyadari kalo kambing itu ternyata lepas dan mengejar aku. Dan…tiba – tiba aku merasa badanku terlempar, Duk !! yup aku terseruduk, dan gak sampai disitu aja, kambing itu terus menanduk dan menggulungku yang udah jatuh di rerumputan pinggir jalan. Badanku terasa remuk, sakit sekali tapi kambing itu terus menyeruduk, sampai akhirnya orang – orang di sekitar bisa menanggkap kambing itu. Aku yang menangis karena kesakitan di tolong oleh orang – orang itu, entah kakaku udah sampai mana karena aku udah gak melihatnya lagi , jahat ! pikirku. Dan kepala rasanya pening sekali, badan juga sakit, baju kotor semua, buku sudah terhambur keluar dari tas. Aku masih ingat ada ibu – ibu tanya aku anak siapa, lalu aku jawab aja nama bapak dan ibuku, lama – lama peningku makin jadi, dan aku gak sadar diri, sampai akhirnya aku tersadar setelah ada di rumah sedang di pijat oleh tukang urut ibu – ibu.

Sakit dan demam badanku saat itu, sudah badanku kecil diseruduk dan digulung pula sama kambing yang besarnya 2x lipat badanku waktu itu. Lalu setelah ibu sang pemilik kambing sering bolak balik kerumah antar makanan sampai aku baikan, dan sampai saat ini aku kalo pulang kampung pasti datang kerumahnya seperti saudara ku sendiri.

Dan kini setelah besar aku kadang tersenyum sendiri ingat peristiwa itu, aku berpikir mungkin kambing itu mengejarku karena pakaian , tas dan sapu tangan serta pitaku yang merah kali yah, apalagi aku di kuncir dua jadi dia jatuh cinta dan mengejarku hahahahahaha…. Sekarang aku udah anti pakai kostum yang berwarna merah kalo gak terpaksa..

Dan hingga saat ini aku masih takut sama yang namanya kambing, makan daging kambingpun gak doyan. Bapak pelihara kambing pun aku ga mau kalo di suruh buka kandang dan kasih makan nya meski dari luar kandang, takut dia lompat dan menyerudukku yang udah segede gajah ini heheheheh..

Duh ingat kampung jadinya pengen pulang….bapak…kakak..ponakan… I miss u…heu heu heu..tunggu aku pulanggggggggggg…TAPI KAPAN YACH..

Ah lebaran euy…mudiiiikkk…!!

4 Mei, 2008 Ditulis oleh gitasyahni | Uncategorized | | No Comments Yet