KISAH SEDIH SEORANG PENCUCI PIRING…
Hari ini aku ingin memberikan cerita kehidupan yang lain yang aku sunting dari : syafei-hikmah.blogspot.com… semoga dengan cerita ini bisa membuka hati kita, menyadarkan ahlak kita di antara sulitnya kehidupan kaum papa.. yang semakin terhimpit atas kenaikan harga BBM yang semakin menaikan seluruh harga barang kebutuhan terutama bahan poko, betapa teladanilah wahai seluruh umat manusia, begitu banyak yang tidak bisa mendapat makan, di tengah kemewahan orang – orang kaya yang berlebih harta, mari kita simak cerita berikut :
Siapa yang paling berbahagia saat pesta pernikahan berlangsung?
Bisa jadi kedua mempelai yang menunggu detik-detik memadu kasih. Meski lelah menderanya namun tetap mampu tersenyum hingga tamu terakhirpun. Berbulan bahkan hitungan tahun sudah mereka menunggu hari bahagia ini. Mungkin orangtua si gadis yang baru saja menuntaskan kewajiban terakhirnya dengan mendapatkan lelaki yang akan menggantikan perannya membimbing putrinya untuk langkah selanjutnya setelah hari pernikahan. Atau bahkan ibu pengantin priayang terlihat terus menerus sumringah, ia membayangkan akan segera menimang cucu dari putranya.
“Aih, pasti segagah kakeknya,” impinya. Para tamu yang hadir dalam pesta tersebut tak luput terjangkiti aura kebahagiaan, itu nampak dari senyum, canda, dan keceriaan yang tak hentinya sepanjang mereka berada di pesta.
Bagi sanak saudara dan kerabat orang tuakedua mempelai, bisa jadi momentum ini dijadikan ajang silaturahim, kalau perlu rapat keluarga besar pun bisa berlangsung di sela-sela pesta. Sementara teman dan sahabat kedua mempelai menyulap pesta pernikahan itu menjadi reuni yang tak direncanakan. Mungkin kalau sengaja diundang untuk acara reuni tidak ada yang hadir, jadilah reuni satu angkatan berlangsung.Dan satu lagi, bagi mereka yang jarang-jarang menikmati makanan bergizi plus, inilah saatnya perbaikan gizi walau bermodal uang sekadarnya di amplop yang tertutup rapat.
Nyaris tidak ada hadirin yang terlihat sedih atau menangis di pesta itu kecuali air mata kebahagiaan. Kalau pun ada, mungkin mereka yang sakit hati pria pujaannya tidak menikah dengannya. Atau para pria yang sakit hati lantaran primadona kampungnya dipersunting pria dari luar kampung. Namun tetap saja tak terlihat di pesta itu, mungkin mereka meratap di balik dinding kamarnya sambil memeluk erat gambar pria yang baru saja menikah itu. Dan pria-pria sakit hati itu hanya bisa menggerutu dan menyimpan kecewanya dalam hati ketika harus menyalami dan memberi selamat kepada wanita yang harus mereka relakan menjadi milik pria lain.
Apa benar-benar tidak ada yang bersedih di pesta itu? Semula saya mengira yang paling bersedih hanya tukang pembawa piring kotor yang pernah saya ketahui hanya mendapat upah sepuluh ribu rupiah plus sepiring makan gratis untuk ratusan piring yang ia angkat. Sepuluh ribu rupiah yang diterima setelah semua tamu pulang itu, sungguh tak cukup mengeringkan peluhnya.
Sedih, pasti. Tak lama kemudian saya benar-benar mendapati orang yang lebih bersedih dipesta itu. Mereka memang tak terlihat ada di pesta, juga tak mengenakan pakaian bagus lengkap dengan dandanan yang tak biasa dari keseharian di hari istimewa itu. Mereka hanya ada di bagian belakang dari gedung tempat pesta berlangsung, atau bagian tersembunyi dengan terpal yang menghalangi aktivitas mereka di rumah si empunya pesta.
Mereka lah para pencuci piring bekas makan para tamu terhormat di ruang pesta. Bukan, mereka bukan sedih lantaran mendapat bayaran yang tak jauh berbedad engan pembawa piring kotor. Mereka juga tidak sedih hanya karena harus belakangan mendapat jatah makan, itu sudah mereka sadari sejak awal mengambil peran sebagai pencuci piring. Juga bukan karena tak sempat memberikan doa selamat dan keberkahan untuk pasangan pengantin yangberbahagia, meski apa yang mereka kerjakan mungkin lebih bernilai daridoa-doa para tamu yang hadir.
Air mata mereka keluar setiap kali memandangi nasi yang harus terbuang teramat banyak, juga potongan daging atau makanan lain yang tak habis disantap para tamu. Tak tertahankan sedih mereka saat membayangkan tumpukan makanan sisa itu dan memasukkannya dalam karung untuk kemudian singgah ditempat sampah, sementara anak-anak mereka di rumah sering harus menahan lapar hingga terlelap.
Andai para tamu itu tak mengambil makanan di luar batas kemampuannya menyantap, andai mereka yang berpakaian bagus di pesta itu tak taati nafsunya untuk mengambil semua yang tersedia padahal tak semua bisa masuk dalam perut mereka, mungkin akan ada sisa makanan untuk anak-anak di pantianak yatim tak jauh dari tempat pesta itu. Andai pula mereka mengerti buruknya berbuat mubazir, mungkin ratusan anak yatim dan kaum fakir bisa terundang untuk ikut menikmati hidangan dalam pesta itu.
Sekadar usul untuk Anda yang akan melaksanakan pesta pernikahan, tidak cukup kalimat “Mohon Doa Restu” dan “Selamat Menikmati” yang tertera di dinding pesta, tapi sertakan juga tulisan yang cukup besar “Terima Kasih untuk Tidak Mubazir”. Mungkinkah?
MARAH,BOSAN…
Panasnya Tarakan siang ini…. Naik motor aku pergi ke tempat seseorang yang bener – bener sudah buat aku jengkel dan gak ada ngertinya sama keadaan orang lain…Huuuhhh…tapi sesampai di sana dengan peluh membanjir, kepala pusing, tetep saja aku gak tega mau marah – marah, malah bisanya cuma diam! Dan lagi – lagi sesuatu yang kubenci dilontarkannya kembali,benar – benar gak tau diri pikirku, tapi apa daya aku bukan tipe orang yang bisa mengungkap ketidaksukaanku secara langsung, karena aku pikir pasti itu orang akan kecewa, tapi…sifatku ini pula yang membuat aku sengsara, orang tak mau tau apa yang aku gak suka, apa yang aku marahkan, apa yang aku benci…ooooohhh kenapa sih aku punya sifat begini, gak tegaan yang bukan pada tempatnya, terlalu mudah iba namun keterlaluan…yaaahhh,….aku ingin seperti orang – orang yang bisa mengatakan TIDAK kalau tidak suka, tidak mau, dan menolaknya terus terang….apa orang itu gak pernah berpikir aku ini susah atau tidak nantinya, sulit apa gak memenuhinya, pusing atau gak memikirkannya….aku pengen teriak rasanya..TOLONG MENGERTI AKUUUUUUUUUUUUU….!! Tapi apa daya mulut terkunci rasanya!
Tau gak sih aku panas – panas datang, masih saja kurang terima , malah tega menyuruh dan meminta ini itu, memangnya aku ini dianggap apa sih?? Kenapa dia gak bisa berpikir, gak bisa bersikap dewasa, kenapa teman – teman dan saudara – saudaranya gak peduli dengannya selama ini, kenapa aku yang masih mau peduli malah seenaknya saja memanfaatkan, gak punya perasaan banget sihhh,,,huh…. aku cuma bisa marah di sini aja… penat sudah rasanya bebanku mikir dan ngurus dia yang notabene hanyalah teman, dan aku masih punya rasa kemanusiaan , masih punya rasa kasihan, namun dia salah menyikapinya!Kalo begini sikap dia, semua orang juga akan menjauh, bagaimana sih caranya membuat dia sadar????
Dan karena menahan emosi, aku sampai gak berani angkap telepon dari seorang teman yang jauh disana, aku takut emosiku malah terlontar padanya, yang dia justru gak tau apa – apa. Ku ga mau salah pengertian, susah menjelaskan nantinya, ketemu saja belum masa berantem kan gak lucu…. Tapi tadi pas di jalan aku coba angkat telepon, meski terhalang helm semoga dia tau aku dijalanan. Tapi,….. aku telepon balik pas sampai di kantor gak diangkat, ku sms gak dibalas…ah mungkin sedang sibuk, gak boleh negatif thinking…
Hmmm…hari ini kok aku kesal sih, mau ngadu pada siapa gak tau, untung ada blog ini tempat aku teriak – teriak, nangis, marah, senyum -senyum, dan bahkan ketawa……
Hari makin panas, minum teh botol dingin seger kali yah…turun dulu ah, cari yang seger dinginnnnnnnnnnnnnn……kali aja otak dan hatiku bisa dinginnnnnnnnn….
DUH KOK SAKIT SIH…
Udah beberapa hari ini badanku kok manja yah, perasaan sakit gak sembuh – sembuh, capek kah? Tapi aku kayaknya ga begitu banyak gerak, atau beban pikiran ? Yup…mungkin ini penyebabnya, kurang tidur banyak pikiran, telat makan…duh kenapa aku lupakan raga ini yang udah dengan setia menuruti hatiku mo ngapain aza… Sakit dibadan ini protes kali yah karena raga ini ngrasa ga dipikirin, jadi dikasih deh sakit – sakit pertanda aku mesti istirahat cukup, makan teratur dan berpikir tenang…
Dan yang bikin aneh nih, kalo badan lagi demam, tulang – tulang ikutan deh berdemo dengan ngasih nyeri, ngilu campur aduk nano – nano…hikz hikz
Memang sih sejak kecelakaan tahun 2001 lalu, tulang – tulang serasa rapuh, apalagi yang mengalami patah, cepet ngilu, tapi kutetep bersyukur kok, kumasih diberi kekuatan, kesempatan menikmati hidup sampai detik ini. Biarlah ada keluhan tapi masih bisa ditahan …
Atau jangan – jangan perapuhan karena bertambahnya usia, 28 tahun bok!! Masa sih udah mau keropos ini tulang??? Mau minum susu mengandung kalsium gak doyan,perasaan kayak minum rendaman besi he he he…ada- ada aja aku nih, nanti di marah produsen susu, kepok kamu git…hikz
Hmmm…atau kangen ortu yah, kangen keluarga kayaknya nih..tapi…… yah belum bisa pulang, kerjaan masih menumpuk, tapi duit belum menumpuk… yah, sabar..sabar…sabar…cuaca juga lagi kurang bagus, jangan jalan – jalan dulu deh…hi hi hi pepatah orang yang gak ada duit aja kaleee…
Dan denger – denger kakaku mau pulang dari Malaysia, tapi kok aku ga kangen yah, jahat aku nih…habis dia juga sih seneng banget ngajak aku kelahi…tapi ada juga seh pengen ketemu… nanti lah lebaran aja biar saatnya tepat, hari bermaafan…jadi gak boleh kelahiiiiiiii…… tapi kadang kangen juga mengolok hehehe… duh kak maafin adekmu nih yang nuakal….tapi sayang kok sama anakmu yang super buandelll, pintar dan lucu, tapi kadang nyebelin juga deng kalo lagi badung.. Hallo Nico…apa kabarmu, masih suka naik – naik tangga lalu terjun kah…hahahaha…Udah gede kah ayam – ayam piaraanmu, masih suka kejar – kejar tukang pancing kah?? Hmm..jangan nakal, kasian kakek mesti ngejar – ngejar kamu tuhh…Juga jangan suka cium – cium kucing, nanti kena bulunya, dan jangan nyampah terus, nanti nenek barumu marah hehehehe..Yahh jadi kangen sama anak itu…
Duh makin dingin aja perasaan, udah ah nulis – nulisnya,sholat Isya,berangkat tidur, berselimut…biar hangat…sembuh deh besokkk….
-
Arsip
- Oktober 2009 (1)
- Juni 2009 (5)
- Mei 2009 (1)
- Maret 2009 (4)
- Januari 2009 (4)
- Desember 2008 (7)
- November 2008 (2)
- Oktober 2008 (1)
- September 2008 (4)
- Agustus 2008 (4)
- Juni 2008 (4)
- Mei 2008 (6)
-
Kategori
-
RSS
RSS Entri
Komentar RSS
