Gitasyahni’s Weblog

Senandung hati mengungkap jejak langkah kaki hidupku…

AJARI AKU

Ajari aku menjadi bintang…

Yang tak pernah putus asa hadir di malam panjang…

Walau dia tau kekaguman mata bukan tertuju padanya…

Melainkan pada keindahan sang bulan…

Ajari aku menjadi bintang…

Yang mempunyai rasa tak bermasa…

Tetap setia menjadi cahaya kecil di malam panjang…

Walau dia tau sinarnya takkan bisa menandingi sang bulan…

Ajari aku menjadi bintang…

Yang tak pernah menyerah hadir di malam panjang…

Dengan segenggam asa dan harapan…

Menghapus setiap jejak kegelapan…

Bintang kecil kau bukan primadona malam…

Tapi yakinlah keberadaanmu dibutuhkan…

Sekedar menambah semarak langit menuju siang…

Maka tetaplah TEGAR .

28 Agustus, 2008 Ditulis oleh gitasyahni | Uncategorized | | Belum Ada Tanggapan

Tentang Pernikahan..

Setiap kali mendengar kabar akan diadakan reuni atau kumpul-kumpul
dengan teman-teman lama semasa sekolah dulu, diri ini langsung
seketika memutuskan untuk tidak datang. Malas. Walaupun panggilan
jiwa untuk bersilaturahmi, menyambung tali persaudaraan seakan keras
memanggil-manggil. Tapi belum-belum sudah terbayang akan lontaran
pertanyaan yg itu-itu juga. Belum lagi rentetan nasehat yang lamanya
bisa sampai berjam-jam. Ditambah juga oleh kata-kata yang dengan alih-
alih memberi semangat, tetapi hasilnya justru sangat menyakitkan
hati. Biasanya kalau itu terjadi.. dipendam saja dalam hati.
Ditenggelamkan bersama lautan kegelisahan dalam hati….

Memang di usia yang sudah wirid ini – usia dia atas 30 tahun, paling
tidak enak kalau sudah dibenturkan dengan pertanyaan “kapan nih
menyusul si A yg baru menikah kemarin ?” dan “Wah kalah dong dengan
si B.. kesusul lagi nih.. ” (memangnya metromini yang saling
mendahului.. ) atau ” Kenapa sih belum menikah, jangan kebanyakan
milih deh… kriterianya sih terlalu tinggi.. !!!” apalagi dengan
kata-kata “Selamat ulang tahun yah… sudah berapa sekarang usianya?
wah, dulu waktu saya seusia kamu, anak saya sudah 2 orang lho…!!”
serta “Inget umur… kasian kan nanti kalau anaknya masih kecil-
kecil, umur kita sudah tua !!”

Mungkin kalian bermaksud baik, ingin agar kami menjadi terpacu untuk
segera menikah. Tetapi pernahkah terpikirkah oleh kalian bahwa
kalimat-kalimat itu akan membuat luka hati kami makin lebar,
menganga…

Sungguh, Demi Allah… kami juga tidak ingin kok terus-terusan hidup
sendiri seperti ini. Kami juga sudah sangat ingin mencari ridho Allah
dengan melayani suami, mengandung, melahirkan, membesarkan dan
mendidik putra-putri agar menjadi anak yang sholeh dan sholehah.
Wanita mana sih yang tidak ingin merasakan kebahagiaan hidup berumah
tangga ?

Tidak usahlah kami terus-terusan dipojokkan dengan sejuta pertanyaan
dan nasehat itu. Bahkan tanpa di dorong-dorong pun, kami sudah sangat
bersemangat menunggu tibanya hari itu. Bukan pula kami tidak
berusaha, hanya Allah yang Maha Tahu, seberapa besarnya kami
berharap. Dan seberapa seringnya kami sudah berusaha. Tetapi apabila
memang jodoh itu belum juga datang kepada kami, apakah kami lantas
harus selalu disalahkan ? dianggap selalu mengulur-ulur waktu? selalu
dihakimi karna dianggap mematok standar yang tinggi dalam menentukan
pilihan hidup ? Bukankah memang kami harus memilih seorang laki-laki
sholeh yang kelak nantinya akan menjadi imam bagi kami dalam rumah
tangga ? Kami tidak mau mencari lelaki sembarangan, yang begajulan,
yang doyan clubbing keluar malam dari kafe ke kafe, yang tangannya
sangat ringan untuk memukul, yang playboy, yang pemabuk, yang maunya
hanya menerima segala kelebihan kami tanpa mau mengerti kekurangan
kami, yang hanya ingin uang hasil kerja kami… Nauzu’ billahi ….
Janganlah dengan gampang menuduh kami tidak berusaha. Tolong jangan
sakiti hati kami lagi dengan pertanyaan yg menyudutkan. Bukankah
lebih baik mendo’akan kami agar segera dipertemukan dengan jodoh yang
terbaik bagi kami..? Insya Allah itu lebih bermanfaat daripada segala
omongan yang hanya menambah gelisah dan luka nya hati ini. Cobalah
untuk meraba isi hati orang lain ketika akan melontarkan sesuatu.
Bukankah kalian adalah sahabat dan teman kami ? kami hanya minta
dido’akan saja. Tidak kurang tidak lebih… karna untuk urusan
pengetahuan tentang pentingnya pernikahan, Insya Allah telah kami
mengerti dan kami dapatkan melalui berbagai pengajian, artikel, atau
referensi lain, ditambah pula dengan dorongan naluri kewanitaan kami.
Sungguh tidak ada yang lebih kami harapkan selain agar kami dapat
segera menyempurnakan 1/2 dari agama kami…
Terima kasih untuk mengerti kami… terima kasih untuk selalu
mendo’akan kami… Semoga Allah selalu beserta orang-orang yang
selalu menjaga perasaan saudara-saudaranya… Amien..

Wallahu ‘alam……

28 Agustus, 2008 Ditulis oleh gitasyahni | Uncategorized | | 1 Komentar