RINDU…
HARI INI TAK ADA KATA YANG INGIN KU SAMPAIKAN SELAIN….AKU MERINDUKANMU…
Terhempas dalam lorong kesepian
Idul Fitri tinggal 2 hari, hari yang sangat membahagiakan san ditunggu seluruh umat Islam di penjuru dunia..termasuk diriku seharusnya..namun entah kenapa setelah 3 tahun tak pernah berlebaran di rumah, baru lebaran ke empat ini aku merasakan benar – benar rindu akan nuansa lebaran di kampung, dimana bisa bersilahturahmi dan berkumpul bersama keluarga dan bersilahturahmi dengan keluarga..bukan aku tak mau berkumpul dan bertemu namun keadaan yang tak bisa ku elakkan..terpaku dengan sejumlah deadline kerja, dan kebetulan lebaran selalu jatuh pada tanggal2 dimana aku tak bisa meninggalkannya.
Aku tau keluarga sangat ingin dengan kehadiranku dan bukan materi semata yang hanya bisa kuberikan..dan selalu hadir setelah hari Idul Fitri lewat..tapi aku bersyukur..meski lewat kehadiranku selalu disambut hangat dengan segala prioritas dan perlakuan istimewa dari keluarga. Jujur aku sebenernya sedih saat gema takbir berkumandang mesti mengurung diri dala kamar mendengar sayup-sayup takbir seorang diri, tak ada seorang pun tau aku menangis merindukan saat2 berkumpul seperti masa dulu, meski sederhana namun semua berkumpul..ada mama, bapa, kakak2 dan adik serta tetangga..12 tahun sudah aku tak bersama mama, dan 4 tahun sudah aku berlebaran di sini di bumi borneo ini..menahan sepi sendiri, berdiam dalam kamar setelah selesai bersilahturahmi ke rumah teman2 pada hari pertama, hari ke dua kuhabiskan di kamar menerawangi hari-hari, bulan – bulan dan tahun – tahun yang telah kulewati yang begitu banyak menghadirkan air mata dan tawa..
Kini..lebaran hampir datang kembali..tiba-tiba perasaan sepi menyusup dalam hatiku, meski semua tak bisa berkumpul di rumah namun jika aku datang tentunya sepi ini lebih terobati…tapi apa bisa dikata aku tak bisa pulang..semogalah lebaran tahun depan aku punya waktu untuk merasakan kebahagiaan yang kurindukan itu..
Aku tak pernah menyesali berada di kota ini, kota yang bisa menghapus duka laraku di masa lalu, meski tak kupungkiri ada kedukaan baru pernah ku alami namun tak terasa apa – apa dan tak berarti apa-apa dalam hidupku dibanding kelamnya hidupku sebelum aku datang..terima kasih Tuhan..Kau berikan dan Kau tunjukan tempat yang mampu melupakan segala kepedihanku…
Di saat2 seperti ini ingin aku menangis..tapi aku tak tau apa yang mesti kutangisi, harapan yang tinggal harapan berlalu pergi dan tak mampu untuk aku tangisi, ku terbiasa dalam sepi, jika kumenangis biarlah hanya aku yang tau dan ku tak ingin seorangpun tau apa yang kutangisi…bila lelah hatiku memohon aku pun tak akan terus berharap, biarlah semua akan menjadi mukjizat suatu hari nanti…
Terkadang terasa jiwaku begitu hampa, entah perasaan hati pergi kemana meninggalkan jiwaku yang kosong dan menghadirkan pertanyaan lain di alam pikiranku…namun aku tetaplah aku yang selalu saja menepis apa rasa hati, menjauhkan selalu sangka menjadi ingkar akan bisikan hatiku, aku tak mau terluka lagi..aku lelah berada dalam sebuah ruang hampa , kesepian dan kesedihan..biarlah semua menjadi hujaman dalam hatiku, dan merasakan sendiri pedih yang berubah air mata..
Jiwaku begitu lemah sebenarnya meski kataku selalu tegar, andaikan ada tempat lain selain hati ini, ingin rasanya aku menumpahkan segala kehancuran hatiku, andaikan ada jiwa yang begitu bersih bak malaikat yang bisa menampung semua keluhanku dan mengubah semua kepedihanku menjadi bahagia yang ku harap, rasanya ingin aku menemuinya menceritakan segalanya dan memohon semuanya menjadi mukjizat yang indah…
Aku bukan tidak bersyukur dengan segala yang ada, namun ku hanya ingin merasakan bahagia dengan hati yang sebenarnya…tak terkhianati, tak terlukai, tak tersakiti…dan tersambut segala perasaanku dengan indah…
Hhhhhh…apakah ini hanya kepedihan karena tak bisa merayakan lebaran dengan keluarga..ataukah kesepian dan kesedihan yang tiba-tiba menyeruak ini karena hal lain..? KU TAK PERNAH TAU!!!!! Yang ku tau AKU BENCI KEADAAN INI!!! AKU BENCI SEPI SEPERTI INI!!!! Aku BENCI DENGAN HARAPANKU!!!
Andaikan…
Andai bisa kukatakan isi hatiku, andaikan bisa kumencurahkan perasaanku, dan andaikan bisa aku mengungkap suara batin ini…betapa banyak kepedihan bergelut di sana, betapa banyak sakit aku tahan, dan betapa pedih dan kecewa kusembunyikan..betapa lelah aku menahan air mata agar tak hadir. Namun pada siapa aku bisa mengatakan semua yang aku rasa ini, semua yg membuatku menderita ini? Lelah fisik ini dengan pekerjaan yg tiada henti dan terus bertambah memeras otak, tak selelah hati ini menahan segala yang tak terungkap. Taukah semua….bahwa semua kutahan sekuat hati untuk mempertahankan semuanya, agar semua baik – baik saja, agar semua tak pergi meninggalkan aku, agar tak lagi kurasa pedih merasa kehilangan,biarlah hati ini menangis asal bibir ini selalu tersenyum untuk semua, agar semua menjadi senang, menjadi bahagia.., mungkin diri ini telah tertakdir untuk selalu mengorbankan segala perasaan ini.
Hanyalah Tuhan yang tau, dan hanya kubisa berharap pada_Nya, semua akan merasa seperti yg kuingini, tak akan pergi meninggalkan luka dihati ini…
Meski semua tak wajar adanya, meski semua tak jujur adanya, dan meski semua mendusta adanya biarlah mata dan telinga kututup agar semua nampak indah, biarlah hanya hati yang tau adanya…
Hidupku selalu menunggu, dan berakhir dengan dusta dan kepalsuan, berakhir dengan luka yang menyakitkan, berteman dengan air mata. Ku selalu menunggu yang akhirnya ditinggalkan, menunggu dengan sabar sesuatu yang tak jelas adanya, namun ku iklas tersenyum meski terluka, biarlah hati ini kan menangisi selamanya.
Mulutku selalu terkunci untuk bisa mengatakan aku sedih, aku kecewa, aku sakit dan aku benci… wajahku hanya tertunduk diam, dan hanya air mata yang mampu mewakili segalanya. Sejam saja aku mampu memaafkan semuanya, namun butuh waktu seumur hidupku menyembuhkan luka dihatiku, memberi pengobat jiwa yang lara.
Ku tak mengerti semua ini, tak ada yang kuharap dari semuanya, kecuali tempat ku mengadukan luka, tempatku merengkuhkan luka, tempatku mencurahkan air mata. Ku hanya ingin sayang yang setulusnya, kasih yang iklas dan rasa tuk dihargai, dimengerti dan dirindui. Semua yg kuberi adalah sepenuh jiwa raga ini, namun luka yang ku rasa seakan lebih dari hidupku.
Ku tak pernah tau, ingin apa semua meraihku, meraih jiwa raga yang telah lelah terkoyak, inginkan semuanya meluluhlantakan jiwa raga ini? Semua tak ingin sama pada janjinya, namun pada akhirnya semua sama. Ku tak pernah tau dari mana semua datang, begitu juga aku tak pernah tau kemana semua pergi, yang ku tau disini ku menahan segalanya.
Dalam kepedihan aku berjuang sendiri, berjuang menghadirkan senyum meski luka mengoyak hatiku, menutup semua keburukan, mengatakan kebaikan semuanya, dan tersenyum agar semua bahagia, di jauh lubuk hati ini betapa hati ini menangis menyayat kalbuku.
Di dalam kebahagiaan aku memberi semua suka cita, dan betapa senyum semua begitu manis, dan aku puas bila semua tersenyum karenaku. Meski jauh dilubuk dihatiku berharap, tersenyumlah tulus selalu padaku disaat aku bersedih, namun aku tak akan pernah bisa mendapatkannya.
Pada akhirnya semua hanya bisa tersimpan dalam hati, karena aku hanya bisa berpikir ANDAIKAN… pada kenyataannya jiwa ini selalu mengalah, menerima dan menelan semua rasa akibat semuanya…dan bibir ini hanya bisa berkata BIARLAH…entah sampai kapan..
-
Arsip
- Oktober 2009 (1)
- Juni 2009 (5)
- Mei 2009 (1)
- Maret 2009 (4)
- Januari 2009 (4)
- Desember 2008 (7)
- November 2008 (2)
- Oktober 2008 (1)
- September 2008 (4)
- Agustus 2008 (4)
- Juni 2008 (4)
- Mei 2008 (6)
-
Kategori
-
RSS
RSS Entri
Komentar RSS

