Gitasyahni’s Weblog

Senandung hati mengungkap jejak langkah kaki hidupku…

Aku sangat mencintaimu

Apapun yang aku katakan

Apapun yang aku rasakan

Apapun yang aku inginkan

Apapun yang aku harapkan

Apapun yang aku mohonkan

Apapun yang aku lakukan

Apapun yang aku perjuangakan..

Adalah…

Karena aku sangat mencintaimu

Karena aku sangat menyayangimu

Karena selalu ingin bersamamu

Karena selalu ingin menjadi yang terakhir dalam hidupmu

Karena aku ingin bahagia bersamamu…

Kini…

Mari kita berdoa

Mari kita berusaha

Mari kita berjuang

Agar kita bisa bersama selamanya

Agar mampu kita lalui semua cobaan ini

Agar sabar kita menghadapi semua

SAMPAI KITA BERSAMA KEMBALI…

Tuhan…bantu kami, ridhoi kami, dan satukan kami..SELAMANYA..

Beri kami waktu..kapanpun itu….

25 Januari, 2009 Ditulis oleh gitasyahni | Uncategorized | | No Comments Yet

Maafkan aku

Maafkan aku membuatmu terluka, sedih dan sakit… bila masih ada rasa percayamu, aku tak sanggup melakukan ini, namun aku tak bisa berbuat apa – apa agar kamu tidak sakit, tidak hancur. Aku hanya bisa berdoa agar semua ini berakhir dengan kebersamaan kita. Namun aku tak mau memberimu mimpi…

Meski kecewa ada karena pengakuanmu engkau baru mencintaiku, setelah sekian lama aku menyayangimu, namun aku tetap bahagia karena hatimu dan hatiku sama saling membutuhkan. Kini semua harus terpisah jarak dan waktu, hati kita tetap saling mengharap, namun raga semakin jauh..

Andaikan saja keinginanmu tidak terlambat, mungkin dia tak akan perna bisa masuk dalam kehidupanku, dan tak akan ada siapapun yang bisa memaksaku menerimanya. Aku mengerti kenapa sampai batas waktu yang diberikan padaku, engkau tak kunjung memintaku pada orang tuaku, aku mengerti karena engkau masih ragu dan belum mencintaiku…

Aku…masih mencintaimu..walau hanya sesaat kau jadi miliku.. tangis batin kini mulai hadir lagi setiap waktu, mengenang apa yang tlah kupersembahkan kepadamu di kota ini. Segenap jiwa ragaku, sayangku dan cintaku telah aku berikan…dan meski yang terakhir namun aku sangat bahagia..berharap semua akan kembali..

Hanya satu pintaku, raihlah cita citamu dan senyumlah saat aku datang..rentangkan tanganmu menyambutku dan aku ingin menangis bahagia dalam pelukanmu…bersama buah hati kita…

Ini mungkin mimpi, namun aku ingin membuat mimpiku menjadi nyata, semoga setelah aku kembali nanti, semua belum terlambat.. meski suatu hari nanti ada hati lain bermahkota di hatimu… aku iklas dan akan pergi tanpa tangis,..karena aku bahagia jika engkau bahagia…

Jika ada kesempatan mengikat rasa cinta kasih kita, aku ingin sekali memberikan yang terbaik  buatmu, dan ingin buah hati kita hadir sebagai penguat cinta kita. Aku akan merawatnya meski kita berjauhan dan akan mempertemukannya denganmu karena itu semua darah dagingmu..mudah-mudahan harapanku ini jadi kenyataan…

Waktu sempit ini aku harap mampu memberi kita keajaiban… aku ingin bertemu dan mencurahan segala rasa sayangku padamu… aku tunggu janji mu … sebelum aku pergi ketempat yang jauh membawa perihku..

18 Januari, 2009 Ditulis oleh gitasyahni | Uncategorized | | No Comments Yet

I will let you go…

Tak mungkin menyalahkan waktu
Tak mungkin menyalahkan keadaan
Kau datang di saat ku membutuhkanmu
Dari masalah hidupku bersamanya

Semakin ku menyayangimu
Semakin ku harus melepasmu dari hidupku
Tak ingin lukai hatimu lebih dari ini
Kita tak mungkin trus bersama

Suatu saat nanti kau ‘kan dapatkan
Seorang yang akan dampingi hidupmu
Biarkan ini menjadi kenangan
Dua hati yang tak pernah menyatu

Maafkan aku yang biarkanmu
Masuk ke dalam hidupku ini
Maafkan aku yang harus melepasmu
Walau ku tak ingin

Semakin terasa cintamu
Semakin ku harus melepasmu dari hidupku
Tak ingin lukai hatimu lebih dari ini
Kita tak mungkin trus bersama

I’ll let you go

12 Januari, 2009 Ditulis oleh gitasyahni | Uncategorized | | No Comments Yet

Ketika hidup harus memilih..

Ketika semua harapan harus sirna, ketika pilihan datang menghadang, antara orang tua dan kekasih..manakah yang harus dipilih.. antara prinsip dan cinta manakah yang harus di pegang? Sulit teramat sulit dan sakit teramat sakit mesti diterima, dan bahkan akan lebih menyakiti orang – orang yang tak kupilih…

Tuhan..antara semua ini aku benar benar tak berdaya, hanya mampu menunggu takdir dan menerima segalanya. Namun yang pasti biarlah aku yang menanggung segalanya, asal tak ada hati yang terluka karenanya. Meski ku tau, sebentuk hati akan terkoyak dengan pilihan yang harus kuhadapi dalam hidupku.

Hanyalah pintaku padamu Ya allah… kuatkan sebentuk hati itu menerima semua ini, tegarkan sebentuk jiwanya agar tidak menjadi puing-puing. Berikanlah cinta yang menguatkannya, berikan sayang yang menegarkannya. Inilah pilihan hidup yang kujalani, tak bisa bersama dalam sejumlah perbedaan, tak bisa bersama dalam sejumlah pertentangan.

Menangis? Lelah aku menangis, biar aku hadapi segalanya dalam sisa hidupku, kubingkai semua kenangan indah dalam dasar hatiku, dan kulantunkan doa terbaik buat sebentuk hati yang teramat manis menghias hidupku meski sesaat.

Tuhan… segala rasa sayang dan cinta telah tercurah dan aku bangga melakukannya, merasakan setiap kebahagiaannya, dan tak ingin hati itu muram dalam duka karena pilihan dalam hidupku.

Tuhan…jika orang tua adalah jalan menuju pintu sorgaku, tak ada alasan apapun yang akan kuberikan selain berjalan di jalan yang Engkau Ridhoi…hanya satu pintaku, kuatkan sebentuk hati itu, tegarkan dalam setiap kehidupannya dan bahagiakan dengan sebuah cinta yang akan menghampirinya kelak. Biarlah jika semua berlalu, hati ini akan senantiasa iklas berdoa demi kebaikannya.

Orang tua, prinsip dan cinta, itu yang harus kupilih, dua pilihan yang harus di ambil tanpa bisa aku mengelaknya di antara 2 itu. Perbedaan tetap saja alasan, karena perbedaan itulah yang membuat terjadinya pilihan, aku menghargai prinsip namun tak bisa bersama dalam satu bahtera, 2 nahkoda saling berdiri menjalankan masing masing kapalnya, akan dibawa kemanakah kebahagiaan itu?

Sejumlah maaf hanya bisa terucap dan termohon, berharap ketulusan dan ke iklasan dari sebentuk hati yang ku lukai. Hati ini lebih terluka sebenarnya karena hidup ini serasa hambar dengan meninggalkan sebentuk hati itu… sakit mengingat derita yang akan dirasakan, perih saat mengingat janji dan kenangan, hancur saat pilihan harus segera diambil, dan luka saat aku harus melangkah meninggalkan semuanya.

Hidup baru, perjalanan baru dan akankah kebahagiaan atau luka bari atas pilihan ini ? Tuhan…apapun itu, kuatkan kami menjalaninya, semua harus terjadi dan semua harus di jalani. Kuatkan kami, jaga kami dan iklaskan kami dalam setiap keputusan kami…Tuhan.. semua ini kehendakMu, berikan yang terbaik atas semua kehendakMu ini, jangan semayamkan luka dalam sebentuk hatinya, namun berikan bahagia dalam setiap detak jantungnya… Tuhan..sayang yang teramat dalam mesti terhempas karena sebuah pilihan, aku ingin bahagiakan hatinya tanpa jiwa ini. Sukseskan setiap langkah usahanya dan jagalah dalam setiap hembusan nafasnya. Cinta dan sayangku tak pernah mati, tersimpan dalam bingkai indah kenangan terakhir. Hanya raga tak bisa lagi bersama, setiap hembusan nafasku adalah rasa sayangku yang tak pernah mati meski terpenjara dalam pilihan hidup ini. Maafkan atas segalanya… bila semua harus terjadi

11 Januari, 2009 Ditulis oleh gitasyahni | Uncategorized | | No Comments Yet