Gitasyahni’s Weblog

Senandung hati mengungkap jejak langkah kaki hidupku…

Di tiga persimpangan

Berada dalam tiga jalan persimpangan yang menyulitkan membuatku makin tertekan dalam kehidupan. Siang malam terasa sungguh membosankan, menunggu dan hanya bisa menunggu, mesti tak pernah tau apa yang aku tunggu, pagi sore terasa menyesakkan, kesal dan marah tanpa bisa berbuat apapun…uuhhhh.. hati hanya mengumpat, mulut terkunci rapat, sesak hati dengan segala siksa yang semua hanya bisa dirasa !

Saat kuharus fokus dan memilih jalan mana yang kutempuh, hanya ragu yang ada karena semua jalan tak kukenali kemana arahnya, ku tak mau lagi tersesat karena lelah tak mampu kuterima lagi.

Ku ikuti arah kiri, namun tak ada pegangan yang bisa aku raih, kuhanya bisa mengikuti tanpa tau kemana akan dibawa. Ku ikuti jalan kiri namun akhirnya aku di tinggalkan di tengah arah ini, kemana kini aku haru melangkah? kembali? oh aku telah lupa dari mana awal kaki melangkah. Keindahan itu hanya di pintu gerbang namun kenapa di tengah jalan ini semua terjal, sepi dan tak berujung…

Saat kususuri jalan dan kembali ke persimpangan, tiba – tiba ada yang menarikku ke kanan, begitu kasar dan tuk sekedar menolehpun tak bisa lagi. Sakit kaki ini melangkah menyusuri jalan yang sama sekali tak pernah ku kenal, lebih terjal dari jalan kiri, lebih menyeramkan dan ku tak tau siapa yang menarikku, dia begitu angkuh, sombong dan keras dan mungkin juga jahat. Dia hanya baik jika aku menuruti kehendaknya, berjalan tanpa alas kaki di atas bebatuan tajam! Saat kutanya akan dibawa kemana hanya kebohongan yang di ucapkan dan berharap aku diam, Tuhan..tolong aku kemana aku akan dibawa? bisakah aku lari dari jalan kanan ini?

Oh seandainya aku tak pernah ragu, akan kupilih jalan lurus yang meski aku tak tau dimana ujungnya. Jalan lurus biar sakit tapi itu adalah pilihanku, dan Tuhan pasti yang akan membimbingku. Namun terlambat sudahkah aku mengikuti jalan lurus itu ?

Meski di jalan kanan, hati masih terkenang indahnya gerbang jalan kiri meski ditengah tak seindah gerbangnya…. selalu ada keinginan berjalan kembali di jalan kiri, meronta kuat meski tak bisa lepas dari jalan kanan. Akankah dari jalan kanan akan bertemu ujung jalan kiri ? ataukah ujung jalan lurus itu …?

Tuhan…bawa aku kejalan yang telah Kau pilihkan, jalan yang damai, penuh cinta kasih dan kejujuran…

Tuhan… ijinkanlah ku tetap memohon dan berharap meski terlalu banyak yang aku minta padaMu…karena hanya Engkau yang mampu membuat segalanya nyata…

31 Mei, 2009 - Ditulis oleh gitasyahni | Uncategorized | | No Comments Yet

Belum ada komentar.

Tinggalkan komentar