Mengapa hanya sendiri
Seandainya ada yang tahu isi hatiku, mungkin hatiku tak akan sepedih ini… Segala kebahagiaanku selalu kubagi dengan orang lain, meski segala pahit aku telan san simpan sendiri. Aku bahagia jika aku bisa membahagiakan orang lain meski hatiku sering tersakiti. Haruskah aku selalu diam dan mengalah dengan keadaan ini.. hanya untuk menjaga semuanya baik – baik saja ?
Banyak yang bertanya kenapa aku bisa bertahan, namun semua juga tahu ini semua kenapa.. Langkahku kutentukan sendiri, jadi apapun yang ku lewati ku alami sendiri. Tak ada yang menginginkan aku bahagia, mungkin hanya kata dan tidak dengan sikap… Indah dan nikmat semua dibawa sendiri, sedih dan pedih aku turut merasakannya.. apakah aku terlalu baik? Dan salahkah bila aku baik?
Senyum dan tawa hanyalah untuk orang sekitar.. tetapi bukan aku… aku terhampiri saat kehidupan sedang gersang… aku siramkan air agar tumbuh subur.. meski orang lain yang menikmati kesuburan itu…
Dalam jauh dan diam kusimpan semua ini, ku kubur menjadi ke ikhlasan.. karena hanya Tuhan lah yang tau segalanya.. dan Tuhan lah yang akan membuat semua ini menjadi baik dalam hidupku.. Semoga…
Aku lelah menangisi semua ini, biarlah semua berlalu dengan sendirinya.. kesedihan tak ingin ku simpan lama, biarlah larut dalam waktu.. Kini ku ingin kembali ketanah kelahiranku… menyepi dan menikmati kehidupan yang tenang… Biarlah kusiapkan waktu untuk pulang… melupakan semuanya .. dan ingin menikmati rasanya di cari…
Biarlah ku hanya menunggu.. dan menunggu..sendiri…
Belum ada komentar.
Tinggalkan sebuah tanggapan
-
Arsip
- Oktober 2009 (1)
- Juni 2009 (5)
- Mei 2009 (1)
- Maret 2009 (4)
- Januari 2009 (4)
- Desember 2008 (7)
- November 2008 (2)
- Oktober 2008 (1)
- September 2008 (4)
- Agustus 2008 (4)
- Juni 2008 (4)
- Mei 2008 (6)
-
Kategori
-
RSS
RSS Entri
Komentar RSS
