SANG BETINA MUDA YANG MELARA
Disuatu masa ada seekor ayam betina yang sedang ingin sendiri entah sampai kapan, namun tiba-tiba hadirlah seekor ayam jago yg muncul dalam tulisan dan suara saja karena sang jago belum mau menunjukkan wajahnya. Semasa itu akhirnya si betina jatuh cinta akan pesona kata dalam suara sang jago yang pada akhirnya mereka mengucapkan saling sayang walau belum tau jati diri pasangannya.
Pada pertemuan pertama mereka pun saling memadu kasih, si betina merasa bimbang saat itu karena kemudian sang jago seperti tidak peduli setelahnya. Namun saat sang betina hendak melupakan sang jago kembali hadir dan luluhlah hati sh betina.
Hingga pada april 2010 mereka sepakat untuk menyatukan cinta mereka dalam satu wadah mulia yaitu pernikahan. Sebetulnya banyak sekali hambatan untuk sampai kepernikahan itu, tetapi mereka terus menerjang.
Pada suatu malam sebelum hari pernikahan sang betina merasakan hal aneh terjadi pada sang jago. Banyak perubahan di lihat namun sang betina tidak berani bertanya. Di bawah remang bulan di sudut halaman sang jago duduk sendiri dalam gelisah, sang betina menghampiri dan bertanya bagaimana perasaan sang jago, sang jago bilang sangat bahagia dan mau menikmati saat terakhir melepas masa lajang. Sang betina percaya dan duduk manja di pangkuan sang jago.
Pada hari pernikahan sang betina melihat kembali kegalauan sang jago, ada raut rasa bersalah tapi sang betina karena sedang bahagia tidak mau bertanya kenapa. Sepanjang perjalanan menuju penghulu sang betina melihat sang jago terus diam dn memejamkan mata.
Akhirnya berlangsunglah pernikahan mereka meski ada cacat di adminnya.
Singkat cerita, pada maret 2011 sang jago mengalami musibah dan terluka. Di saat kesedihan sang betina ternyata datang kepedihan yang lebih dahsyat. Disitulah sang betina muda tau kalau sang jago sudah mempunyai istri dan 3 orang anak. Terpukul, syok, kecewa, marah dan sedih menghampiri sang betina muda, kebencian makin mendalam saat betina muda melihat betina tua terus berada di samping si jago.
Diam-diam sang betina muda memutuskan untuk tinggalkan sang jago karena tak kuasa dibohongi sedemikian rupa. Namun saat mulai sembuh sang jago minta maaf dan berjanji akan berpisah secara resmi dari betina tua, namun lama menunggu betina muda hanya diberi janji kosong belaka. Dalam luka yang dalam sang betina muda tak kuasa lagi bertahan karena sang betina tua terus memamerkan kisah kemesraan mereka. Sang betina memilih berhenti menanti dan kembali masuk berdiam dalam kandangnya. Jika siang sang betina muda pergi mencari rejeki dan bila matahari mulai terbenam sang betina muda pulang dan berdiam dalam peraduan hampanya. Dalam lunglai sang betina muda hanya bisa menangisi nasib hidupnya. Sang betina muda hanya bisa berurai air mata tanpa bisa berbuat apa apa, dan hingga menjelang pagi barulah sang betina muda terlelap karena lelah menangis. Begitu tiap hari yang betina muda lakukan.
Kini betina muda hanya bisa menahan tangis saat siang dan tak mampu lagi membendung saat malam tiba. Sang betina muda tak menyangka ternyata sang jago bukanlah pejantan yang ksatria, namun pejantan lemah yang tak mampu membuktikan ucapannya. Sang jago pejantan yang takut menghadapi segala akibat perbuatnnya. Ternyata sang jago takut untuk meninggalkan sang betina tua untuk tetap bersama betina muda, tidak sesuai dengan sesumbarnya saat merayu agar si betina muda kembali dalam pelukannya. Terkadang sang betina merasa ingin mengakhiri hidupnya tapi sang betina takut menyengsarakan orang tuanya. Kini sang betina muda hanya pasrah kapan ajalnya akan tiba, sang betina berjuang keras menghapus rasa cinta, rindu dan sayangnya. Sang betina tak mau lagi mengenang sang jago yg tega mengkhianatinya dan tak mau lagi mengenal jago jago lainya. Sang betina telah berjanji akan sendiri sampai mati, dan akan mengucapkan “selamat tinggal kasih… Cinta dan pengkhianatanmu akan kubawa sampai mati…”
Belum ada komentar.
Tinggalkan Balasan
-
Arsip
- Desember 2011 (3)
- November 2011 (3)
- Oktober 2011 (3)
- April 2011 (1)
- Agustus 2010 (2)
- Juli 2010 (1)
- Mei 2010 (1)
- April 2010 (1)
- Maret 2010 (2)
- Januari 2010 (1)
- Desember 2009 (1)
- Oktober 2009 (1)
-
Kategori
-
RSS
RSS Entri
Komentar RSS



