<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Gitasyahni's Weblog</title>
	<atom:link href="http://gitasyahni.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://gitasyahni.wordpress.com</link>
	<description>Senandung hati mengungkap jejak langkah kaki hidupku...</description>
	<lastBuildDate>Thu, 22 Dec 2011 02:15:08 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='gitasyahni.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Gitasyahni's Weblog</title>
		<link>http://gitasyahni.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://gitasyahni.wordpress.com/osd.xml" title="Gitasyahni&#039;s Weblog" />
	<atom:link rel='hub' href='http://gitasyahni.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Ibu&#8230; Aku rindu..</title>
		<link>http://gitasyahni.wordpress.com/2011/12/22/ibu-aku-rindu/</link>
		<comments>http://gitasyahni.wordpress.com/2011/12/22/ibu-aku-rindu/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 22 Dec 2011 01:47:21 +0000</pubDate>
		<dc:creator>gitasyahni</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://gitasyahni.wordpress.com/?p=282</guid>
		<description><![CDATA[Oh! Ibu..Kau disiram bayu pagi Kehilangan terasa kini Dan kesepian Dan aku Bagai purnama gerhana Di ibarat lautan kering Tiada tempat ku layarkan Hasratku ini Masih belum sempat Kubuktikannya kepadamu Ibu tersayang Kucurahkan rasa hati Ku tatapi potret mu berulang kali Kurenungkan kalimah yang diberi Tuhan Yang EsaAmpuni dosa ibu Tempatkan merekaDi antara kekasih kekasihMu [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=gitasyahni.wordpress.com&amp;blog=3436166&amp;post=282&amp;subd=gitasyahni&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><em><strong>Oh! Ibu..Kau disiram bayu pagi</strong></em><strong><em><br />
<em>Kehilangan terasa kini Dan kesepian</em><br />
<em>Dan aku Bagai purnama gerhana</em><br />
<em>Di ibarat lautan kering Tiada tempat ku layarkan</em><br />
<em>Hasratku ini Masih belum sempat Kubuktikannya kepadamu</em><br />
<em>Ibu tersayang Kucurahkan rasa hati</em><br />
<em>Ku tatapi potret mu berulang kali Kurenungkan kalimah yang diberi</em><br />
<em>Tuhan Yang EsaAmpuni dosa ibu</em><br />
<em>Tempatkan merekaDi antara kekasih kekasihMu</em><br />
<em>Oh! Ibu&#8230;..Kau kasih sejati</em><br />
<em>Kutaburkan doa..Untukmu ibu</em><br />
<em>Ampunilah dosaku Sejak ku dilahirkan</em><br />
<em>Hingga akhir hayatmu</em><br />
<em>Saat ini Kuteruskan hidupTanpa bersamamu ibu</em><br />
<em>Ibu&#8230;( exist)</em></em></strong></p>
<p><em><strong> </strong></em></p>
<p><em><strong> </strong></em><strong><em>S</em></strong><em>iapa yang menghapus air matamu saat tangismu berderai? </em><br />
Dengan tangan lembutnya perlahan dia usap air mata ini, dengan jutaan kasih.</p>
<p><em>Siapakah yang memberi ciuman mesra saat kau kecil?</em></p>
<p>Dengan uluran kasihnya dia cium kedua pipi kita. Disaat malam menjelma dia rela tidur dengan tanpa selimut demi anaknya, agar tak kedinginan.</p>
<p>Dia yang membersihkan kotoran-kotoran yang tiap kali aku keluarkan tanpa rasa malu, dia bersihkan perlahan tanpa rasa jijik. Dia yang selalu menceritakanku tentang semua kisah di dunia ini sebelum mataku terlelap hiasi hening malam. Di pagi yang cerah dia selalu menggendongku kemana dia pergi, kasihnya sungguh tak ada batas.</p>
<p>Ibu kau adalah malaikat ku yang mengajariku tentang semua dan kini aku tahu tentang segalanya. Di kala aku mulai dewasa dia yang selalu memberiku  yang terbaik. Mengajariku saat aku belajar di malam hari.</p>
<p>Ibu kini aku kesepian diantara langit malam hari, hanya langit gelap yang sanggup kutatap. kini aku harus menjalani hari-hari sepi tanpa mu. Aku ingati semuanya, kau yang selalu menjemputku penuh senyum tulus di muka pintu saat aku datang. Ibu aku rindu doa-doa tulusmu dari relung hatimu.</p>
<p>Ibu doakanlah, aku  kini sedang melangkah. Menjalani hariku demi citaku.ibu lepaslah kepergianku ini dengan uluran tangan dan sejuta maaf mu. Doamu ibu, selalu ku nanti. Mohon kan kepada Allahhu Robbi agar dia besertaku selalu di sela-sela hidup ku.</p>
<p>Ibu lepaskanlah aku kelaut biru, akan ku arungi dan aku seberangi. Ingin rasanya aku merasakan saat indah bersamamu selalu. Namun kini aku jauh darimu. Ibu aku rindu senyum indahmu, ibu aku rindu kasih tulusmu , aku rindu cerita-ceritamu di malam menjelang tidurku,aku rindu suapan makanan yang kau suapkan padaku saat aku kecil dulu, aku rindu tidur dipangkuan mu. Ibu aku rindu saat –saat bersama mu.ibu andai waktu ini dapat diulang kembali akan aku persembahkan yang terbaik bagimu.</p>
<p>Ibu maafkan aku anakmu ini, belum bisa bahagiakan mu. Ibu di pagi yang mulai menjelma ini, akan aku panjatkan doa bagimu.  Ibu hanya doa yang mampu aku kirimkan untuk mu, aku tahu ini tak sebanding dengan kasihmu yang tulus padaku. Namun apa dayaku ibu,,,sesungguhnya akupun menyesal, aku belum berikan kepadamu yang terbaik. Andai kau kini ada dihadapanku. Aku rela bersujud dan mencium telapak kakimu yang mulia. Ibu maafkan anakmu ini ibu&#8230;.anakmu yang selalu membuatmu gelisah ,,,,anakmu yang selalu membuatmu menangis karena tingkahku. Ya Robb ampuni dosa ibu ku Ya Rabb&#8230;berilah syurga yang tertinggi baginya.<strong><br />
</strong></p>
<p><em>oleh&#8221;: ell Khair Fill Ardhi</em></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/gitasyahni.wordpress.com/282/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/gitasyahni.wordpress.com/282/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/gitasyahni.wordpress.com/282/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/gitasyahni.wordpress.com/282/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/gitasyahni.wordpress.com/282/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/gitasyahni.wordpress.com/282/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/gitasyahni.wordpress.com/282/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/gitasyahni.wordpress.com/282/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/gitasyahni.wordpress.com/282/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/gitasyahni.wordpress.com/282/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/gitasyahni.wordpress.com/282/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/gitasyahni.wordpress.com/282/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/gitasyahni.wordpress.com/282/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/gitasyahni.wordpress.com/282/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=gitasyahni.wordpress.com&amp;blog=3436166&amp;post=282&amp;subd=gitasyahni&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gitasyahni.wordpress.com/2011/12/22/ibu-aku-rindu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/ef78bbf303ee1b61f880eb5fe48715f5?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">gitasyahni</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Tuhan&#8230; Maafkan Aku</title>
		<link>http://gitasyahni.wordpress.com/2011/12/17/tuhan-maafkan-aku/</link>
		<comments>http://gitasyahni.wordpress.com/2011/12/17/tuhan-maafkan-aku/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 17 Dec 2011 02:14:45 +0000</pubDate>
		<dc:creator>gitasyahni</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://gitasyahni.wordpress.com/2011/12/17/tuhan-maafkan-aku/</guid>
		<description><![CDATA[Apa yang salah dengan hidupku ya Allah, kenapa ujian dating bertubi – tubi meruntuhkan hampir semua ketegaranku selama ini. Jangan biarkan aku hancur lagi ya Allah, bimbinglah aku dan entaskanlah aku dari keterpurukan ini… Kenapa dari dulu hingga sekarang… ketulusanku… kasih sayangku… cintaku … semua harus dikhianati…? Harus berapa besar lagi maaf dan keikhlasan yang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=gitasyahni.wordpress.com&amp;blog=3436166&amp;post=281&amp;subd=gitasyahni&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Apa yang salah dengan hidupku ya Allah, kenapa ujian dating bertubi – tubi meruntuhkan hampir semua ketegaranku selama ini. Jangan biarkan aku hancur lagi ya Allah, bimbinglah aku dan entaskanlah aku dari keterpurukan ini…</p>
<p>Kenapa dari dulu hingga sekarang… ketulusanku… kasih sayangku… cintaku … semua harus dikhianati…? Harus berapa besar lagi maaf dan keikhlasan yang harus aku punya ya Allah, agar hatiku selalu kuat menapaki jalan hidupku? Kini hanyalah mohon  ringankan segala beban hidupku, kepahitan hatiku, dan jauhkanlah segala yang menyakiti hatiku, biarkan orang – orang yang selalu jahat padaku pergi jauh dari hidupku.</p>
<p>Aku ingin jauh dari dendam ya Allah, tapi kenapa ada saja orang – orang yang selalu membangkitkan rasa yang paling Engkau benci itu… Pengkhianatan, kepalsuan selalu saja aku alami, banyak orang bilang ujian hidup adalah bukti Engkau peduli padaku, artinya Engkau masih mengingatku dengan memberikan ujian tersebut… Aku iklas bila semua itu karenaMu ya Allah… hanya mohon berikan lebih banyak lagi aku kesabaran dan ketelitian, agar aku tidak terlambat menilai seseorang, sehingga aku akan lebih sadar bila orang hanya ingin menghancurkan hidupku…</p>
<p>Ya Allah… kini dengan sisa-sisa kekuatanku.. tolong bawa aku pergi dari orang – orang yang selalu menyakitiku…. Bawakan aku kepada kedamaian meski sendiri,  sudahilah segala rasa pedih dihati ini, buanglah rasa kasih dan cinta dari hatiku untuknya. Terlalu perih yang aku rasa ya Allah… Namun aku selalu bersyukur padaMu ya Allah… karena Engkau lebih cepat membuka tabir siapa sebenarnya dia, Terimakasih ya Allah, doaku selalu Engkau kabulkan… atas perintaanku membuka segala yang menjadi tabir hidupku…</p>
<p>Engkau Maha Tahu ya Allah..segala sifat yang aku punya, segala ketulusan dan keikhlasanku, dan Engkau Maha Tau orang – orang yang selalu menyakitiku, aku serahkan segala yang terjadi ini padaMu ya Allah, karena Engkau yang tahu apa yang seharusnya….</p>
<p>Aku hanya bisa mengadu padaMu ya Allah, atas segala kepahitan hidupku, kesenangan hidupku dan segala – galanya tentang hidupku… hanya padaMu… dan hanya padaMu…</p>
<p>Terimakasih ya Allah atas segala penyertaanMu… kuatkan aku… dan tetaplah beri jalan dan tandaMu untuk semua yang aku hadapi dan yang akan aku jalani… Jauhkan aku dari mereka yang hanya ingin kehancuranku, jauhkan aku dari segala bentuk air mata…pengkhianatan dan kedustaan.</p>
<p>Aku tidak meminta kemewahan apapun, hanya cukupkanlah aku dalam dunia dan akhirat nanti, berikan aku kedamaian hidup, jauhkan dari segala sifat tidak baik dan selalu ingatkan aku ya Allah jika aku salah melangkah. Hidupku dan matiku adalah milikMu, maka jagalah aku selalu Ya Allah.</p>
<p>Ya Allah, Engkau Maha Tahu apa yang telah aku lakukan demi cinta dan sayangku padanya, segala cinta kasih, kasih sayang dan pengabdian yang aku lakukan sebagai kewajibanku…. Bila semua yang aku lakukan tak membahagiakannya bahkan hanya dikhianatinya… tolong maafkan dan ampuni aku Ya Allah bila aku menyerah… sungguh aku menyerah ya Allah… semua tidak ada guna, sakit sekali ya Allah. Dan hanya karena rahmat dan kasihMu lah ya Allah aku masih kuat meredam segala dendam ini. Berkali – kali aku rasakan dustanya dan pengkhianatannya, aku lelah bersabar ya Allah, aku tak mampu lagi memaafkan…. Dan kebencian sudah menggantikan segala rasa kasih dihatiku… maafkan aku Ya Allah atas segala rasa ini, aku berusaha menghapus namun belum bisa ya Allah, terlalu sakit ya Allah.</p>
<p>Semua sudah didustai…termasuk aku, namun aku yang selalu membanggakannya, menutup semua aibnya harus merasakan tertampar dan terinjak lagi dengan pengkhianatan dan kebohongannya di belakangku, aku belum bisa memaafkannya dan aku tidak mau ya Allah… aku belum bisa menghapus rasa sakit dan benci ini ya Allah…. Maafkan aku…Mungkin suatu saat nanti aku bisa memaafkankannya, namun entah kapan..</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/gitasyahni.wordpress.com/281/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/gitasyahni.wordpress.com/281/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/gitasyahni.wordpress.com/281/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/gitasyahni.wordpress.com/281/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/gitasyahni.wordpress.com/281/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/gitasyahni.wordpress.com/281/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/gitasyahni.wordpress.com/281/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/gitasyahni.wordpress.com/281/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/gitasyahni.wordpress.com/281/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/gitasyahni.wordpress.com/281/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/gitasyahni.wordpress.com/281/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/gitasyahni.wordpress.com/281/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/gitasyahni.wordpress.com/281/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/gitasyahni.wordpress.com/281/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=gitasyahni.wordpress.com&amp;blog=3436166&amp;post=281&amp;subd=gitasyahni&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gitasyahni.wordpress.com/2011/12/17/tuhan-maafkan-aku/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/ef78bbf303ee1b61f880eb5fe48715f5?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">gitasyahni</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Kecuranganmu</title>
		<link>http://gitasyahni.wordpress.com/2011/12/12/kecuranganmu/</link>
		<comments>http://gitasyahni.wordpress.com/2011/12/12/kecuranganmu/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 12 Dec 2011 04:11:37 +0000</pubDate>
		<dc:creator>gitasyahni</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://gitasyahni.wordpress.com/2011/12/12/kecuranganmu/</guid>
		<description><![CDATA[Curang&#8230;. ya curang itulah kata dan sikap paling menyakitkan yang sedang kurasakan. Muak dan benci begitu menggunung dalam dada ini, dan tak bisa aku tahan lagi. Setelah apa yang kulakukan dengan iklas segalanya, namun kau balas pengkhianatan dan kedustaan dibelakangku. Mungkin kau harus merasakan sakit dahulu sehingga kamu tidak akan pernah lagi menyakiti perasaan orang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=gitasyahni.wordpress.com&amp;blog=3436166&amp;post=277&amp;subd=gitasyahni&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Curang&#8230;. ya curang itulah kata dan sikap paling menyakitkan yang sedang kurasakan. Muak dan benci begitu menggunung dalam dada ini, dan tak bisa aku tahan lagi. Setelah apa yang kulakukan dengan iklas segalanya, namun kau balas pengkhianatan dan kedustaan dibelakangku. Mungkin kau harus merasakan sakit dahulu sehingga kamu tidak akan pernah lagi menyakiti perasaan orang lain, menginjak &#8211; injak perasaan orang lain sekehendak hatimu, membodohi dan membohongi orang dengan ucapan palsumu.</p>
<p>Berjuta kata cinta dan sayang kamu hamburkan kepadaku dan kepada wanita lain. Air mata kesedihan akan nasib hidupmu terus kau jadikan alasan mendekati wanita. Seakan kaulah laki &#8211; laki paling sengasara di dunia ini, namun nyatanya&#8230; kaulah laki &#8211; laki yang selalu menyengsarakan wanita dengan sandiwara bohongmu. Sakit yang aku rasa tak bisa kamu rasa, karena kamu memang tidak punya hati !</p>
<p>Sekian lama kau bodohi aku dengan sumpah dan janji palsumu, kau tawan wanita dengan cerita sedihmu, dan aku &#8230; aku wanita yang menganggapmu adalah lelaki hebat,lelaki terbaik dan lelaki yang penuh cinta namun nyatanya semua hanya bohong ! Kau tumbuhkan benci menggantikan cinta dan maaafku, kau tumbuhkan dendam yang merajai hatiku, kau tumbuhkan ketidakpercayaanku pdamu, dan kau .. kaulah pembuatnya&#8230;</p>
<p>Cinta dan sayang yang tulus dariku tega kau khianati sekejam kemauanmu. Keluarga dan teman yang selalu membanggakanmu karena cerita yang kujalani kau hempaskan sendiri dengan kelakuanmu. Yah, aku tutupi semua keadaanmu, aku banggakan semuanya, aku mintakan pada Tuhan segala yang terbaik bagimu&#8230; namun kau sendiri yang membuat semuanya hancur berganti dengan sakit yang aku derita. Sakit atas semua pengkhianatan dan kebohonganmu !</p>
<p>Kecurangan dalam hidupmu itu hukuman Tuhan atas masa lalumu sebelumnya, dan kecuranganmu kini padaku semoga Tuhan ampuni. Biar aku terima saja yang kau buat atas hidupku, tapi aku tak akan pernah mau bersamamu lagi, laki &#8211; laki pendusta dan pengkhianat sepertimu aku tak bisa memaafkanmu lagi. Bersumpahlah palsu terus dengan tidak mau mengakui semua perbuatanmu, dan aku yakin hatimu tidak akan pernah merasa tenang, hidup dihantui semua kesalahan !</p>
<p>Aku&#8230; aku wanita yang kau curangi, istri dengan status tidak jelas, wanita yang terus kamu lukai, dan wanita yang terus kamu bodohi&#8230; tak akan pernah bisa lagi memaafkanmu! Tak bisa lagi ! Teralu sakit dan terlalu muak aku membayangkan percintaanmu dengan dia, menyakitkan dan tak bisa aku terima lagi !</p>
<p>Jauh darimu itu yang lebih baik, memaafkanmu hanya akan menanti luka baru. Mencintaimu hanya membuatku menderita, lemah dan tak berdaya. Sendiri lebih baik, tanpa harus menyediakan hatiku untuk semua kepalsuan !</p>
<p>Jalanku kutentukan sendiri, dan jalanmu tentukanlah sendiri. SELAMAT TINGGAL ! SELAMAT TINGGAL! SELAMAT TINGGAL !</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/gitasyahni.wordpress.com/277/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/gitasyahni.wordpress.com/277/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/gitasyahni.wordpress.com/277/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/gitasyahni.wordpress.com/277/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/gitasyahni.wordpress.com/277/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/gitasyahni.wordpress.com/277/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/gitasyahni.wordpress.com/277/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/gitasyahni.wordpress.com/277/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/gitasyahni.wordpress.com/277/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/gitasyahni.wordpress.com/277/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/gitasyahni.wordpress.com/277/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/gitasyahni.wordpress.com/277/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/gitasyahni.wordpress.com/277/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/gitasyahni.wordpress.com/277/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=gitasyahni.wordpress.com&amp;blog=3436166&amp;post=277&amp;subd=gitasyahni&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gitasyahni.wordpress.com/2011/12/12/kecuranganmu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/ef78bbf303ee1b61f880eb5fe48715f5?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">gitasyahni</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>17 NOVEMBER 1979 &#8211; 2011</title>
		<link>http://gitasyahni.wordpress.com/2011/11/18/17-november-1979-2011/</link>
		<comments>http://gitasyahni.wordpress.com/2011/11/18/17-november-1979-2011/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 18 Nov 2011 02:09:11 +0000</pubDate>
		<dc:creator>gitasyahni</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://gitasyahni.wordpress.com/2011/11/18/17-november-1979-2011/</guid>
		<description><![CDATA[17 NOVEMBER 1979 17 NOVEMBER 2011 Terimakasih ya Allah… atas ijinMu saya masih diberi nafas dan kehidupan sampai hari ini, 31 tahun sudah saya menghirup udara di bumi ini. 31 tahun sudah saya menjalani kehidupan yang berwarna ini, ada kepedihan, kesulitan, kesenangan, kemudahan dan semua problema hidup. Namun aku tetap bersyukur ya Allah atas semua [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=gitasyahni.wordpress.com&amp;blog=3436166&amp;post=215&amp;subd=gitasyahni&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>17 NOVEMBER 1979</strong></p>
<p><strong>17 NOVEMBER 2011</strong></p>
<p>Terimakasih ya Allah… atas ijinMu saya masih diberi nafas dan kehidupan sampai hari ini, 31 tahun sudah saya menghirup udara di bumi ini. 31 tahun sudah saya menjalani kehidupan yang berwarna ini, ada kepedihan, kesulitan, kesenangan, kemudahan dan semua problema hidup. Namun aku tetap bersyukur ya Allah atas semua karuniaMu ini…</p>
<p>17 November 1979, aku terlahir dari sebuah keluarga sederhana yang bisa dibilang miskin, dan menjalani semua pertumbuhanku dengan sangat sederhana. Aku terbiasa untuk tidak meminta, namun selalu di ajari mensyukuri segala yang bisa diterima. Keketatan atau mungkin kedisiplinan terus ditempa, yang melarangku selalu bermalas – malasan dan jangan pernah berharap untuk bersenang – senang. Sedari kecil sudah terbiasa dengan tugas membantu pekerjaan orang tua, dan terbiasa tidak bisa jajan seperti anak – anak berada pada umumnya. Hanya jika ada sedikit lebih orang tua kadang member i meski tidak sebesar anak – anak lain. Hanya cukup untuk permen atau kerupuk, tapi jumlah itu sungguh sudah bisa membuatku tertawa bahagia, menggenggam permen beberapa biji dengan gembira….</p>
<p>Aku tidak pernah duduk di bangku TK karena orang tua mengganggap belajar dirumah juga bisa, kini aku mengerti kenapa seperti itu, itu karena mereka tidak punya uang untuk memasukkanku ke TK. Aku hanya belajar dari kakak laki – laki ku dan syukurlah sebelum masuk SD aku sudah bisa membaca dan menulis. Dan aku sudah harus bisa mencuci sepatu dan membereskan sendiri semua alat sekolahku. Dan yang paling ku ingat adalah saat itu hanya 1 buku dan 1 pensil, sepatu, tas dan seragam sekolah belum tentu setahun sekali diganti, melainkan menunggu sampai betul – betul tidak bisa dipakai lagi. Terkadang sepatu sudah mulai bermulut pun ( menganga ) tetap dipakai, semua tidak boleh hilang dan harus irit. Padahal teman – teman begitu punya banyak yang beragam. Kadang rasa iri ada, tapi setiap kali aku kasih tau mamaku beliau malah marah padaku jangan ikut – ikut teman, harus selalu ditanamkan kalau kita orang yang gak berkecukupan, bahkan miskin. Aku hanya bisa diam dan melupakannya. Begitupun saat jam – jam istirahat aku tidak jajan melainkan bermain bersama anak-anak miskin lainnya sehingga tidak ada rasa ingin jajan.</p>
<p>Mamaku dan bapak selalu bilang, harus rajin, harus pintar dan tidak boleh malas. Lupakan jajan, lupakan hal-hal yang hanya orang kaya saja yang bisa punya. Bahkan biarpun selalu mendapatkan prestasi yang bagus disekolah , mereka tidak pernah menjanjikan apapun, karena mereka selalu berkata itu sudah kewajibanku. Yah…. Aku sudah terbiasa sejak kecil, sehingga aku selalu bisa menerima keadaan sesulit apapun yang aku jalani. Terimakasih mamah, terimakasih bapak… dulu mungkin aku membenci semua kata – katamu, tapi kini sangat berguna dalam menjalani kepahitan hidupku ini…</p>
<p>Dulu…. Aku ingat, tugasku adalah menjual hasil tangkapan ikan… terkadang ada rasa ingin bohong akan hasilnya, tapi begitu sampai rumah dan mamah sedang membagi – bagi kebutuhan makan aku tidak tega melakukannya… dan untunglah pembeli ikan selalu baik padaku ( baik atau kasihan aku tidak tau ) dia selalu memberiku 100 atau 200 rupiah di luar hasil penjualan sehingga aku punya uang buat beli buku sekolah yang baru. Aku dengan sepeda yang jauh lebih tinggi dan besar dari badanku terus mengayuh membawa 2 ember ikan tanpa rasa malu. Masa kecil yang susah… tapi entahlah aku iklas saja menjalaninya.</p>
<p>Pagi… harus sarapan meski dengan seadanya, pergi sekolah tidak ada uang jajan, dan pulang juga makan seadanya. Bahkan pernah aku makan nasi dicampur tiwul…Mamaku yang hanya tukang jahit, pembuat tempe dan membantu bapak membuat gula merah tidak pernah kudengar mengeluh. Bapak yang tiap subuh – subuh sudah memanjat pohon kelapa mengambil deresan dan siang mencari ikan dan kesawah juga tidak pernah kudengar mengeluh. Bahkan mereka selalu tertawa bersama jika hasilnya lebih banyak dari biasanya. Sehingga kamipun bisa menikmati lauk hasil tangkapan ikan karena disisakan dan tidak dijual semua. Namun tetap saja kangkung dan bayam juga rumput sawah yang biasa dimakan adalah menu utama sayuran kami.</p>
<p>Kelas 4 SD , aku sudah diharuskan bisa mencuci baju sendiri dan memasak untuk keluarga. Mamaku memaksa anak perempuannya harus bisa memasak dan mengerjakan pekerjaan rumah tangga. Saat itu ada kejengkelan rasanya… tapi kini semua benar – benar bermanfaat dikehidupanku kini… Maafkan aku ma, pak… dulu aku selalu menggerutu dalam hati… tapi semua ajaran kalian adalah benar adanya… makasih ma, pak..</p>
<p>Kelas 6 SD keadaan keluarga bukan makin membaik… tapi kesehatan mamah roboh karena dokter memvonis mamah diabetes akut. Setelah melahirkan adikku baru diketahui diabetes sudah parah dan 4 bulan kemudian mamah buta…. Hampir semua tugas rumah tangga aku dan nenekku yang mengerjakannya…. Ah….jadi ingat nenek…. Nenek yang baik, dan sayang sekali padaku.. Nenek yang selalu membelaku dari siapapun… dan nenek yang bisa membuatku bertahan diri dalam menerima hinaan orang. Nenek yang selalu mendiamkanku saat aku hanya bisa menangis menerima ejekan teman, dan nenek yang selalu mengelus punggungku saat aku tidur…. Nek… semoga nenek tenang disisi Allah ya… dan janganlah nenek sedih melihat nasib hidupku ini… Nenek juga wanita yang pernah disakiti laki – laki… ditipu  laki – laki… tapi nenek tetap sabar membesarkan Uwa dan Bapak, dan kini aku harus mengalami yang nenek pernah rasa, sampaikan pada Allah nek… agar Allah selalu menjagaku, menguatkan aku dan memberikan aku kebahagiaan suatu saat nanti… Dari kecil aku terbiasa dihina dan nenek tau itu, banyak orang tega menyakiti aku dan nenek selalu bilang biarkan saja…. Dan hingga kini masih banyak orang yang selalu menyakiti aku dan mendustai aku nek… tapi aku akan mencoba seperti nenek….. membiarkan saja orang tersebut berbuat sesuka hatinya… mungkin mereka gembira ya nek melihatku sengsara….</p>
<p>Aku juga ingat…7 tahun aku dengan mamah yang sakit …. Kadang aku suka mengeluh… tapi terkadang aku sedih lihat mamah yang kadang aku suka sembunyi – sembunyi melihat tidur tapi air matanya mengalir… mamah menangis… mungkin mamah sedih dengan keadaannya.. tapi aku tak pernah berkata apapun… karena aku masih belum terlalu mengerti perasaan perih…</p>
<p>Menjelang mamah berpulang… mamah katakana semua yang ada dalam hati dan pikirannya, ternyata mamah bukan galak selama ini melainkan frustasi dengan keadaan sakitnya, dan sedih menyusahkan orang lain… disitulah aku sadar betapa salahnya aku selama ini yang terkadang tidak iklas merawatnya, membersihkan kotorannya dan membelikan obatnya, yang harus kutempuh jauh ke kota Cilacap sepulang sekolah setiap sebulan sekali, karena hanya bisa mengharap kiriman dari Ratino kakak laki lakiku yang harus bekerja dan mengirim uang obat mamaku dan sekolahku juga. Makasih Ang…. Aku selalu ingat hutang budiku ini…dan aku berusaha untuk tidak membantahmu…</p>
<p>Kini, di genap usiaku 31 tahun…… aku tiba – tiba teringat semua kehidupanku dari kecil hingga kini, aku terbiasa miskin…susah, dan menjalani kerasnya kehidupan. Namun semua kujalani tanpa perlawanan dan hanya bisa menerima dengan iklas, itu semua yang biasa di ajarkan mereka keluargaku… Aku tidak bisa berhura – hura, dan selalu menjadi penopang hidup keluarga, tapi tak apa, aku iklas… Dan saat beberapa orang senang menginjak – injak harga diri dan perasaaanku aku hanya bisa berdoa semoga Allah memaafkan mereka… saat mereka menyakiti dan mendustaiku aku hanya bisa mengadu dalam tangis digelapnya malam kepada Allah… dan hanya kepada Allah… karena aku tidak mau hati orag tua dan saudaraku menjadi sakit…. Aku hanya bisa mengatakan baik – baik saja… asalkan mereka tidak banyak bertanya. Biarlah aku saja yang merasakan semua… biarkan aku seperti nenek yang selalu menyimpan rapat semua duka dalam hati saja… sampai mati….Beruntung aku jauh dari mereka, sehingga aku tak perlu khawatir mereka tau aku sering menangis sendiri…</p>
<p>Nek….. aku rindu nenek… aku ingin mengatakan semua yang aku alami ini… Aku selalu melihat nenek dalam mimpi tidurku akhir –akhir ini… dan selalu melihat diriku dalam masa kecilku…. Apakah nenek juga merindukanku… Ya Allah…. Jaga lah nenek disana…. Berikan tempat terbaik untuk nenekku dan mamah ku yang sangat baik dan mulia…. Nenek dan mamah yang telah mengajari aku menghadapi kerasnya kehidupan…..</p>
<p>Nenek… Mamah…. Biarlah kisah cinta dan rumah tangga dalam duniaku ini selalu pahit.. Namun Allah selalu memudahkan aku dalam mendapatkan rizki….. sehingga dalam kesendirian aku tidak kekurangan…. Harta memang tidak di bawa mati, tapi setidaknya hinaan orang akan kemiskinan tidak kuterima lagi… Meski mamah dan nenek tidak menikmati hasil jerih payahku ini… namun semoga nenek dan mamah bahagia melihatnya, aku juga berusaha selalu menjenguk nenek dan mamah ke makam……</p>
<p>Nenek…. Mamah…. Di usiaku yang genap 31 tahun ini…. Tersenyumlah untukku disana… agar aku tenang dan kuat dalam menjalani hidup ini, dalam kepahitan, kesusahan hati dan perbuatan jahat orang…</p>
<p>Nenek… mamah… aku berjanji aku akan selalu tetap kuat meski dalam kelemahan… semoga bertambahnya usia ini semakin membuatku tegar….</p>
<p>Ya Allah…. Yang Maha Pengasih, Terimakasih atas segala karuniaMu selama ini… dan tetaplah berikan yang terbaik untukku, jagalah aku dalam IslamMu… dan kuatkan aku dari segala keadaaan… Berikan limpahan maaf dihati ini agar aku selalu bisa memaafkan orang – orang yang menyakitiku, orang – orang yang melukai perasaanku, dan orang – orang yang tega mendustaiku. Tetapkan aku selalu dijalan yang Engkau ridhoi, jauhkan dari segala perbuatan buruk ya Allah…. Dan ridhoilah segala pekerjaan yang ku jalani ini dan jauhkan dari niat – niat yang tidak Engkau sukai ya Allah…. Jauhkan aku dari segala mara bahaya… dan jagalah hatiku dari segala pikiran buruk… jauh kan aku dari segala yang tak Engkau sukai Ya Allah.. Yang Maha Penyayang, tegurlah aku dengan kasihMu ya Allah… agar aku selalu ingat dan takut kepadaMu… Bawalah aku dalam bahagia yang Engkau tawarkan…. Dan jangan biarkan aku berpaling dariMu ya Allah… dan cukupkanlah segala usaha dan keberusahaanku ini ya Allah…. Ya Allah berikanlah aku rahmatMu, Magfirah, Keutamaan, Kemuliaan , Kemudahan dan kebaikan diri…</p>
<p>Amin…Amin….Ya Robbal allamin…..</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/gitasyahni.wordpress.com/215/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/gitasyahni.wordpress.com/215/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/gitasyahni.wordpress.com/215/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/gitasyahni.wordpress.com/215/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/gitasyahni.wordpress.com/215/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/gitasyahni.wordpress.com/215/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/gitasyahni.wordpress.com/215/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/gitasyahni.wordpress.com/215/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/gitasyahni.wordpress.com/215/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/gitasyahni.wordpress.com/215/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/gitasyahni.wordpress.com/215/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/gitasyahni.wordpress.com/215/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/gitasyahni.wordpress.com/215/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/gitasyahni.wordpress.com/215/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=gitasyahni.wordpress.com&amp;blog=3436166&amp;post=215&amp;subd=gitasyahni&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gitasyahni.wordpress.com/2011/11/18/17-november-1979-2011/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/ef78bbf303ee1b61f880eb5fe48715f5?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">gitasyahni</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>SANG BETINA MUDA YANG MELARA</title>
		<link>http://gitasyahni.wordpress.com/2011/11/05/disuatu-masa-ad/</link>
		<comments>http://gitasyahni.wordpress.com/2011/11/05/disuatu-masa-ad/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 05 Nov 2011 04:55:02 +0000</pubDate>
		<dc:creator>gitasyahni</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://gitasyahni.wordpress.com/2011/11/05/disuatu-masa-ad/</guid>
		<description><![CDATA[Disuatu masa ada seekor ayam betina yang sedang ingin sendiri entah sampai kapan, namun tiba-tiba hadirlah seekor ayam jago yg muncul dalam tulisan dan suara saja karena sang jago belum mau menunjukkan wajahnya. Semasa itu akhirnya si betina jatuh cinta akan pesona kata dalam suara sang jago yang pada akhirnya mereka mengucapkan saling sayang walau [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=gitasyahni.wordpress.com&amp;blog=3436166&amp;post=212&amp;subd=gitasyahni&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Disuatu masa ada seekor ayam betina yang sedang ingin sendiri entah sampai kapan, namun tiba-tiba hadirlah seekor ayam jago yg muncul dalam tulisan dan suara saja karena sang jago belum mau menunjukkan wajahnya. Semasa itu akhirnya si betina jatuh cinta akan pesona kata dalam suara sang jago yang pada akhirnya mereka mengucapkan saling sayang walau belum tau jati diri pasangannya.<br />
Pada pertemuan pertama mereka pun saling memadu kasih, si betina merasa bimbang saat itu karena kemudian sang jago seperti tidak peduli setelahnya. Namun saat sang betina hendak melupakan sang jago kembali hadir dan luluhlah hati sh betina.<br />
Hingga pada april 2010 mereka sepakat untuk menyatukan cinta mereka dalam satu wadah mulia yaitu pernikahan. Sebetulnya banyak sekali hambatan untuk sampai kepernikahan itu, tetapi mereka terus menerjang.<br />
Pada suatu malam sebelum hari pernikahan sang betina merasakan hal aneh terjadi pada sang jago. Banyak perubahan di lihat namun sang betina tidak berani bertanya. Di bawah remang bulan di sudut halaman sang jago duduk sendiri dalam gelisah, sang betina menghampiri dan bertanya bagaimana perasaan sang jago, sang jago bilang sangat bahagia dan mau menikmati saat terakhir melepas masa lajang. Sang betina percaya dan duduk manja di pangkuan sang jago.<br />
Pada hari pernikahan sang betina melihat kembali kegalauan sang jago, ada raut rasa bersalah tapi sang betina karena sedang bahagia tidak mau bertanya kenapa. Sepanjang perjalanan menuju penghulu sang betina melihat sang jago terus diam dn memejamkan mata.<br />
Akhirnya berlangsunglah pernikahan mereka meski ada cacat di adminnya.<br />
Singkat cerita, pada maret 2011 sang jago mengalami musibah dan terluka. Di saat kesedihan sang betina ternyata datang kepedihan yang lebih dahsyat. Disitulah sang betina muda tau kalau sang jago sudah mempunyai istri dan 3 orang anak. Terpukul, syok, kecewa, marah dan sedih menghampiri sang betina muda, kebencian makin mendalam saat betina muda melihat betina tua terus berada di samping si jago.<br />
Diam-diam sang betina muda memutuskan untuk tinggalkan sang jago karena tak kuasa dibohongi sedemikian rupa. Namun saat mulai sembuh sang jago minta maaf dan berjanji akan berpisah secara resmi dari betina tua, namun lama menunggu betina muda hanya diberi janji kosong belaka. Dalam luka yang dalam sang betina muda tak kuasa lagi bertahan karena sang betina tua terus memamerkan kisah kemesraan mereka. Sang betina memilih berhenti menanti dan kembali masuk berdiam dalam kandangnya. Jika siang sang betina muda pergi mencari rejeki dan bila matahari mulai terbenam sang betina muda pulang dan berdiam dalam peraduan hampanya. Dalam lunglai sang betina muda hanya bisa menangisi nasib hidupnya. Sang betina muda hanya bisa berurai air mata tanpa bisa berbuat apa apa, dan hingga menjelang pagi barulah sang betina muda terlelap karena lelah menangis. Begitu tiap hari yang betina muda lakukan.<br />
Kini betina muda hanya bisa menahan tangis saat siang dan tak mampu lagi membendung saat malam tiba. Sang betina muda tak menyangka ternyata sang jago bukanlah pejantan yang ksatria, namun pejantan lemah yang tak mampu membuktikan ucapannya. Sang jago pejantan yang takut menghadapi segala akibat perbuatnnya. Ternyata sang jago takut untuk meninggalkan sang betina tua untuk tetap bersama betina muda, tidak sesuai dengan sesumbarnya saat merayu agar si betina muda kembali dalam pelukannya. Terkadang sang betina merasa ingin mengakhiri hidupnya tapi sang betina takut menyengsarakan orang tuanya. Kini sang betina muda hanya pasrah kapan ajalnya akan tiba, sang betina berjuang keras menghapus rasa cinta, rindu dan sayangnya. Sang betina tak mau lagi mengenang sang jago yg tega mengkhianatinya dan tak mau lagi mengenal jago jago lainya. Sang betina telah berjanji akan sendiri sampai mati, dan akan mengucapkan &#8220;selamat tinggal kasih&#8230; Cinta dan pengkhianatanmu akan kubawa sampai mati&#8230;&#8221; </p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/gitasyahni.wordpress.com/212/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/gitasyahni.wordpress.com/212/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/gitasyahni.wordpress.com/212/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/gitasyahni.wordpress.com/212/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/gitasyahni.wordpress.com/212/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/gitasyahni.wordpress.com/212/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/gitasyahni.wordpress.com/212/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/gitasyahni.wordpress.com/212/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/gitasyahni.wordpress.com/212/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/gitasyahni.wordpress.com/212/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/gitasyahni.wordpress.com/212/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/gitasyahni.wordpress.com/212/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/gitasyahni.wordpress.com/212/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/gitasyahni.wordpress.com/212/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=gitasyahni.wordpress.com&amp;blog=3436166&amp;post=212&amp;subd=gitasyahni&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gitasyahni.wordpress.com/2011/11/05/disuatu-masa-ad/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/ef78bbf303ee1b61f880eb5fe48715f5?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">gitasyahni</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>YANG TELAH MERELAKANMU</title>
		<link>http://gitasyahni.wordpress.com/2011/11/01/yang-telah-merelakanmu/</link>
		<comments>http://gitasyahni.wordpress.com/2011/11/01/yang-telah-merelakanmu/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 01 Nov 2011 05:22:51 +0000</pubDate>
		<dc:creator>gitasyahni</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://gitasyahni.wordpress.com/2011/11/01/yang-telah-merelakanmu/</guid>
		<description><![CDATA[hati ini tlah letih jalani kisah yang kau rasa perih seolah hatimu yang paling terluka tak pernah kau lihat sisi hatiku di matamu kau anggap ku selalu salah di depanmu aku kan bersumpah mengalah aku yang telah merelakanmu karena kini aku merasa tak mampu bahagiakanmu Tuhan jagalah jiwa dan raganya hidup matiku hanyalah untuknya walau [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=gitasyahni.wordpress.com&amp;blog=3436166&amp;post=210&amp;subd=gitasyahni&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>hati ini tlah letih<br />
jalani kisah yang kau rasa perih<br />
seolah hatimu yang paling terluka<br />
tak pernah kau lihat sisi hatiku</p>
<p>di matamu kau anggap ku selalu salah<br />
di depanmu aku kan bersumpah mengalah</p>
<p>aku yang telah merelakanmu<br />
karena kini aku merasa<br />
tak mampu bahagiakanmu<br />
Tuhan jagalah jiwa dan raganya<br />
hidup matiku hanyalah untuknya<br />
walau ku tak bersamanya</p>
<p>walau ku tak bersamanya</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/gitasyahni.wordpress.com/210/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/gitasyahni.wordpress.com/210/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/gitasyahni.wordpress.com/210/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/gitasyahni.wordpress.com/210/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/gitasyahni.wordpress.com/210/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/gitasyahni.wordpress.com/210/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/gitasyahni.wordpress.com/210/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/gitasyahni.wordpress.com/210/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/gitasyahni.wordpress.com/210/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/gitasyahni.wordpress.com/210/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/gitasyahni.wordpress.com/210/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/gitasyahni.wordpress.com/210/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/gitasyahni.wordpress.com/210/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/gitasyahni.wordpress.com/210/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=gitasyahni.wordpress.com&amp;blog=3436166&amp;post=210&amp;subd=gitasyahni&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gitasyahni.wordpress.com/2011/11/01/yang-telah-merelakanmu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/ef78bbf303ee1b61f880eb5fe48715f5?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">gitasyahni</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>TANPA CINTA</title>
		<link>http://gitasyahni.wordpress.com/2011/10/31/tanpa-cinta/</link>
		<comments>http://gitasyahni.wordpress.com/2011/10/31/tanpa-cinta/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 31 Oct 2011 07:50:37 +0000</pubDate>
		<dc:creator>gitasyahni</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://gitasyahni.wordpress.com/2011/10/31/tanpa-cinta/</guid>
		<description><![CDATA[Seumpama daun yang berguguran berjatuhan di taman, seperti itu perasaanku kini dan kuputuskan untuk meninggalkan dirimu dan menjauhimu. Tak pernah ku sadari akan seperti ini, hidup sendiri tanpa cinta lagi. Jatuh bangun aku mempertahankan cinta yang ku rasakan awalnya kau sungguh sempurna, ternyata ku salah menilaimu. Tak seperti aku dan kamu yang sudah senyawa. Sebisa [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=gitasyahni.wordpress.com&amp;blog=3436166&amp;post=209&amp;subd=gitasyahni&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Seumpama daun yang berguguran berjatuhan di taman, seperti itu perasaanku kini dan kuputuskan untuk meninggalkan dirimu dan menjauhimu. Tak pernah ku sadari akan seperti ini, hidup sendiri tanpa cinta lagi.</p>
<p>Jatuh bangun aku mempertahankan cinta yang ku rasakan awalnya kau sungguh sempurna, ternyata ku salah menilaimu. Tak seperti aku dan kamu yang sudah senyawa. Sebisa mungkin ku hindari merindumu, melupakanmu, tak berharap balik denganmu, terlalu sakit kecewa yang ku simpan, biar hilang bagai daun yang jatuh berguguran. </p>
<p>Pernahkah kau merasa jarak antara kita yang kini semakin terasa setelah ku tau kau ternyata mendua. Aku tiada percaya teganya kau dustai indahnya cinta kita yang tak ingin ku akhiri, dan kini biarlah aku pergi tinggalkanmu.</p>
<p>Tak pernahkah kau sadari akulah yang kau sakiti, engkau dustai dengan janjimu yang telah kau ingkari. Oh Tuhan tolonglah aku hapuskan rasa cintaku, aku pun ingin bahagia walau tak bersama dia lagi&#8230;..Memang takkan mudah bagiku tuk lupakan segalanya, kini biarlah aku pergi untuk dia.</p>
<p>Biarkan aku bersalah di depan mukamu, selalu kau membenarkan apa katamu<br />
cintamu membuatku sedih dan tak berdaya , namun diriku terlanjur cinta.</p>
<p>Sungguh tak mungkin dalam kisah ini kita kan bersatu, bila tak pernah ada perasaan cinta seutuhnya, kini akhirnya kau harus memilih dia atau diriku<br />
yang pantas mendapatkanmu, pantas menjadi pendampingmu. Sampai kapankah kita akan bersama bila kau hanya bisa mencintaiku separuh hatimu ,separuh kau mencintainya. Sungguh tak mungkin, sungguh tak bisa kita kan bersama bila kau masih membagi cinta.</p>
<p>Aku selalu mencintaimu bagaikan langit memeluk bintang, aku luksikan cinta di hati tak terbatas lagi, cinta yang dulu bersemi kini menjadi masa laluku, hatiku hancur tiada berkeping bagaikan segelintir debu. Sumpah dan janji yang kamu ucapkan ,buat hatiku kini lemah tak berdaya. Semakin hancur hatiku ini tanpamu<br />
ku tak bisa berdiri tegak dan bernafas lega, namun biarlah semua berlalu&#8230;.demi dia&#8230;</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/gitasyahni.wordpress.com/209/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/gitasyahni.wordpress.com/209/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/gitasyahni.wordpress.com/209/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/gitasyahni.wordpress.com/209/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/gitasyahni.wordpress.com/209/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/gitasyahni.wordpress.com/209/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/gitasyahni.wordpress.com/209/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/gitasyahni.wordpress.com/209/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/gitasyahni.wordpress.com/209/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/gitasyahni.wordpress.com/209/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/gitasyahni.wordpress.com/209/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/gitasyahni.wordpress.com/209/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/gitasyahni.wordpress.com/209/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/gitasyahni.wordpress.com/209/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=gitasyahni.wordpress.com&amp;blog=3436166&amp;post=209&amp;subd=gitasyahni&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gitasyahni.wordpress.com/2011/10/31/tanpa-cinta/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/ef78bbf303ee1b61f880eb5fe48715f5?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">gitasyahni</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>CERITA CINTA KITA</title>
		<link>http://gitasyahni.wordpress.com/2011/10/31/cerita-cinta-kita/</link>
		<comments>http://gitasyahni.wordpress.com/2011/10/31/cerita-cinta-kita/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 31 Oct 2011 00:45:55 +0000</pubDate>
		<dc:creator>gitasyahni</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://gitasyahni.wordpress.com/2011/10/31/cerita-cinta-kita/</guid>
		<description><![CDATA[bukannya aku tak cinta ku hanya tahu ini keliru bukanya aku tak mau sunguh mati aku suka kamu setengah gila aku menahan rasa yang ada didalam dada jangan kau paksa diriku untuk melanggar janji cintaku ku ingin sungguh ku mau tapi ku hanya tak bisa dengan mu aku sendiri, tapi kau bersamanya kita tak mungkin [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=gitasyahni.wordpress.com&amp;blog=3436166&amp;post=206&amp;subd=gitasyahni&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>bukannya aku tak cinta<br />
ku hanya tahu ini keliru<br />
bukanya aku tak mau<br />
sunguh mati aku suka kamu</p>
<p>setengah gila aku menahan rasa<br />
yang ada didalam dada<br />
jangan kau paksa diriku<br />
untuk melanggar janji cintaku</p>
<p>ku ingin sungguh ku mau<br />
tapi ku hanya tak bisa dengan mu<br />
aku sendiri, tapi kau bersamanya<br />
kita tak mungkin berdua</p>
<p>biarlah cerita cinta kita<br />
bersemi didalam hati ini saja<br />
semoga kau bahagia<br />
aku juga pasti kan bahagia</p>
<p>biarlah cerita kita<br />
menjadi bunga mimpi mimpi semata<br />
semoga kau bahagia<br />
ku berdoa untuk mu selamanya</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/gitasyahni.wordpress.com/206/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/gitasyahni.wordpress.com/206/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/gitasyahni.wordpress.com/206/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/gitasyahni.wordpress.com/206/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/gitasyahni.wordpress.com/206/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/gitasyahni.wordpress.com/206/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/gitasyahni.wordpress.com/206/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/gitasyahni.wordpress.com/206/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/gitasyahni.wordpress.com/206/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/gitasyahni.wordpress.com/206/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/gitasyahni.wordpress.com/206/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/gitasyahni.wordpress.com/206/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/gitasyahni.wordpress.com/206/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/gitasyahni.wordpress.com/206/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=gitasyahni.wordpress.com&amp;blog=3436166&amp;post=206&amp;subd=gitasyahni&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gitasyahni.wordpress.com/2011/10/31/cerita-cinta-kita/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/ef78bbf303ee1b61f880eb5fe48715f5?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">gitasyahni</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>MENGOBATI KEPEDIHAN</title>
		<link>http://gitasyahni.wordpress.com/2011/10/29/mengobati-kepedihan/</link>
		<comments>http://gitasyahni.wordpress.com/2011/10/29/mengobati-kepedihan/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 29 Oct 2011 06:50:57 +0000</pubDate>
		<dc:creator>gitasyahni</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://gitasyahni.wordpress.com/2011/10/29/mengobati-kepedihan/</guid>
		<description><![CDATA[Tidak semua kehidupan keluarga sempurna, utuh dan langgeng. Adakalanya kenyataan pahit kehilangan orang yang kita cintai karena perceraian atau kematian terjadi tanpa bisa menghindarinya. Kehilangan sesuatu yang berarti dalam hidupku telah menimbulkan kepedihan, apa lagi kehilangan seseorang yang saya cintai dan aku harapkan, bahkan seluruh hidupku bergantung pada kehadirannya, sehingga rasa duka yang mengiringi kepergiannya [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=gitasyahni.wordpress.com&amp;blog=3436166&amp;post=205&amp;subd=gitasyahni&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Tidak semua kehidupan keluarga sempurna, utuh dan langgeng. Adakalanya kenyataan pahit kehilangan orang yang kita cintai karena perceraian atau kematian terjadi tanpa bisa menghindarinya.<br />
Kehilangan sesuatu yang berarti dalam hidupku telah menimbulkan kepedihan, apa lagi kehilangan seseorang yang saya cintai dan aku harapkan, bahkan seluruh hidupku bergantung pada kehadirannya, sehingga rasa duka yang mengiringi kepergiannya terasa amat berat dan tak terhapuskan.<br />
Setiap kenangan dan benda mengingatkanku kepada orang yang aku cintai, membuat luka hati menganga kembali dan rasa sakit menyayat, terasa begitu sangat perih. Sejauh mana kenangan itu tersimpan tergantung sekali dengan hubunganku dengan orang yang pergi itu. Cinta yang mesra menimbulkan kenangan manis sedangkan masalah yang penuh pertengkaran dan penghianatan menimbulkan kebencian yang membara dan setiap benda, tempat, orang dan masalah yang berkaitan dengan dia menimbulkan kenangan pahit.</p>
<p>Apa yang aku pernah alami entah itu baik ataupun buruk, manis ataupun pahit, tentu saja membuat aku menjadi teringat meski hal itu sudah berlangsung lama. Kenangan akan sesuatu adalah bagian memori yang cepat atau lambat akan berlalu karena perasaan apapun yang aku miliki, bukan semata masalah itu benar atau salah. Yang jauh lebih penting adalah kini bagaimana menyembuhkan kedukaan dan menggunakan kenangan yang terlintas dalam pikiranku terhadap dia yang telah pergi untuk hal-hal yang positif dan tidak merusak diriku sendiri. Proses kedukaan yang terjadi setelah kehilanganmu sangat lah sakit</p>
<p>Penolakan.<br />
Awalnya aku cenderung menolak untuk mengakui perpisahan, perceraian atau kematian yang terjadi pada dia orang yang aku cintai. &#8216;Tidak mungkin ini terjadi pada diriku, ini tidak mengganggu saya, kami hanya berpisah tempat.” Ya kata – kata itu sempat memenuhi hati dan pikiranku sebelumnya.</p>
<p> Marah.<br />
Menyalahkan diri sendiri, orang lain bahkan menyalahkan Allah Subhanahu Wa Ta&#8217;ala atas kejadian yang menimpa diriku sering kali kulakukan. Marah membutuhkan sasaran. Marahku adalah perasaan yang merupakan wujud reaktif dari kekecewaanku selama ini.</p>
<p>Tawar menawar.<br />
Seringkali aku membuat keadaan sedemikian rupa sehingga tidak perlu menghadapi atau menerima kenyataan yang ada. Seperti merasa diri sakit atau tidak berdaya sehingga orang lain memaklumi keadaan selanjutnya. Namun semua tetap sia – sia. Semuanya terus memaksaku berontak.</p>
<p>Depresi.<br />
Kini aku seperti tak ada tenaga untuk memulihkan keadaan, rasa bersalah, marah yang kupendam. &#8216;Aku harus..&#8217; Dia seharusnya..&#8217; Kenapa mesti terjadi pada diriku seperti ini..&#8217; Semua kata itu kembali hadir semakin membuat hari – hariku kacau dan hari – hari semakin muram.</p>
<p>Menerima dengan ikhlas.<br />
Menerima dan mengakui kenyataan apa yang sebenarnya terjadi bahwa semua itu adalah ketetapan Allah yang harus kulalui dengan penuh syukur sekalipun hal itu pahit untuk dijalani dalam hidupku. Sikap menerima dengan ikhlas inilah yang aku harapkan mampu menyembuhkan kedukaan ini.</p>
<p>Aku sulit untuk membedakan menerima dengan ikhlas dengan menyerah pasrah, menerima dengan ikhlas yang mengharuskan aku menerima keadaan dengan bersedia mengakui kenyataan yang ada wujud kasih sayang Allah kepadaku, hal itu membuat aku menjadi tidak marah kepada siapapun dan apapun, mengatasi keadaan, berusaha mencari jalan keluar dari kesulitan dan hambatan yang terjadi karena kehilangan tersebut.<br />
Sedangkan menyerah pasrah juga memaksaku menerima keadaan yang terjadi dengan perasaan terpaksa, putus asa, merasa tidak berdaya dan tidak berusaha mencari jalan keluar dari kesulitan yang terjadi ini . Bersikap pasif dan masa bodoh, menerima nasib tanpa berjuang untuk memperbaikinya. Semua sangat mendukungku menjadi semakin terpuruk saja rasanya saat ini.</p>
<p>Kini aku hanya sedang berusaha menerima dengan ikhlas dan mendekatkan diri kepada Allah dengan selalu berdoa berdoa. Berdoa adalah curhatku kepada Allah, dengan berdoa, aku harap bisa mengurai perasaan luka dihati, ketidakberdayaan, kesedihan, kekecewaan, harapan dan menyerahkan diri secara total kepadaNya. Demikian beban berat yang aku rasakan dan semoga akan menjadi lebih ringan. Berdoa sangat menolong aku untuk menyembuhkan kedukaan karena Allah yang Maha Pengasih tidak akan pernah membiarkan aku berjalan sendirian dan kesepian. </p>
<p>Cukuplah Allah menjadi penolong bagi kami dan Dialah sebaik-baiknya pelindung. (QS. Ali Imran :173)</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/gitasyahni.wordpress.com/205/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/gitasyahni.wordpress.com/205/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/gitasyahni.wordpress.com/205/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/gitasyahni.wordpress.com/205/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/gitasyahni.wordpress.com/205/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/gitasyahni.wordpress.com/205/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/gitasyahni.wordpress.com/205/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/gitasyahni.wordpress.com/205/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/gitasyahni.wordpress.com/205/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/gitasyahni.wordpress.com/205/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/gitasyahni.wordpress.com/205/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/gitasyahni.wordpress.com/205/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/gitasyahni.wordpress.com/205/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/gitasyahni.wordpress.com/205/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=gitasyahni.wordpress.com&amp;blog=3436166&amp;post=205&amp;subd=gitasyahni&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gitasyahni.wordpress.com/2011/10/29/mengobati-kepedihan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/ef78bbf303ee1b61f880eb5fe48715f5?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">gitasyahni</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Kehidupan</title>
		<link>http://gitasyahni.wordpress.com/2011/04/01/kehidupan/</link>
		<comments>http://gitasyahni.wordpress.com/2011/04/01/kehidupan/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 01 Apr 2011 07:55:47 +0000</pubDate>
		<dc:creator>gitasyahni</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://gitasyahni.wordpress.com/?p=203</guid>
		<description><![CDATA[Perjalanan hidup siapalah yang tau karena itu semua adalah rencana Tuhan.. yang kita sebagai manusia hanya bisa menjalani dan membawa diri kita kepada tujuan yang kita inginkan, meski akhir dari segalanya Tuhan jualah yang menentukan. Pahit manis perjalanan hidup acap kali menyertai kita, kadang bahagia hadir namun seketika itu pula kesedihan datang. Begitupun diriku sering [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=gitasyahni.wordpress.com&amp;blog=3436166&amp;post=203&amp;subd=gitasyahni&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Perjalanan hidup siapalah yang tau karena itu semua adalah rencana Tuhan.. yang kita sebagai manusia hanya bisa menjalani dan membawa diri kita kepada tujuan yang kita inginkan, meski akhir dari segalanya Tuhan jualah yang menentukan. Pahit manis perjalanan hidup acap kali menyertai kita, kadang bahagia hadir namun seketika itu pula kesedihan datang. Begitupun diriku sering kali ter ombang ambing dalam segala situasi, tersakiti dan dikecewakan, seakan semua tak lagi punya hati untuk merasa kasihan, meski diriku memang tak butuh untuk di ibakan&#8230;</p>
<p>Yang ku tau aku menjalani segalanya dengan tulus iklas, meski banyak manusia memperdaya aku dengan sekehendak hatinya, melukai dan membohongi aku tanpa rasa berdosa.. entah apa yang ada dalam pikiran mereka, mungkin saya di anggap bodoh karena aku hanya diam atas semua perlakuan mereka&#8230;. aku bukan bodoh, tapi aku hanya berharap semua menyadari bahwa tak selamanya kebohongan itu abadi.</p>
<p>Kini, aku hanya bisa menerima dan terluka atas sebuah kebohongan besar, kebohongan dan kejahatan yang mengiringi perjalanan hidupku, seakan semua dia anggap mudah dan hanya meminta aku mengalah dan memaafkan&#8230; tega sekali&#8230; padahal luka itu begitu sakit dan dalam menghunjam jiwaku, namun semudah menuang air meminta maaf&#8230;  bahkan rasanya darah masih segar mengalir dalam luka jiwaku, namun semua harus kuperjuangkan sendiri untuk terus melangkah sampai tujuan akhir hidupku&#8230;</p>
<p>Selama ini&#8230; begitu tulus dan begitu penuh kepercayaan aku berikan, namun pengkhianatan yang aku terima&#8230; tak pernah aku sangka.. doa kebaikan selalu aku panjatkan untuknya, namun kepahitan yang harus aku telan&#8230; apakah semua tujuanmu&#8230; sehingga kamu tega buat hidupku merana dan hancur&#8230; bahkan tak berharga lagi di mata siapapun&#8230;</p>
<p>Dalam gelisah malam yang selalu aku lewati, aku selalu percaya bahwa dirimu setia dan hidup serta menjalani malam dengan sendiri&#8230; tapi ternyata&#8230;.. dengan tega kau sebenarnya menjalani malam bersama pelukan seorang wanita..seorang isti dan ibu anak &#8211; anakmu&#8230; dan tega mengenyampingkan aku yang sebatang kara dalam kebohongan, yang dalam kesetiaan selalu menanti&#8230; ternyata semua itu sia &#8211; sia&#8230;</p>
<p>Sejuta janji manis. . sejuta sumpah yang aku anggap suci.. ternyata itu hanya sebuah kepalsuan.. cinta, sayang, dan janjimu hanyalah buaian manis&#8230; tanpa kenyataan yang indah, justru kenyataan yang menyakitkan&#8230;</p>
<p>Aku tau aku sangat mencintaimu hingga perjalanan hidup yang masih kujalani ini&#8230; namun kamu juga perlu tau bahwa sakit hati dan luka ini masih merah&#8230; jiwa ini masih hancur&#8230; tapi aku harus memaafkan&#8230; ini mungkin cara tercepat untuk aku segera menyelesaiakan perjalanan hidupku&#8230;hingga kematian dalam siksa batinku&#8230;</p>
<p>Tiap detik, tiap menit hingga tiap tahun&#8230; aku selalu menjaga semua janji dan sumpahku untuk semua pengabdianku..namun akhirnya kau bunuh aku dari belakang,&#8230;. jika kehancuranku adalah kebahagiaanmu&#8230;lanjutkanlah sampai kau puas melakukannya, biar Tuhan yang tau segalanya, karena aku sudah tak berdaya, hatiku bukan batu yang bisa menerima semua dengan senyuman&#8230; aku hanya punya air mata, dan itu aku syukuri&#8230;</p>
<p>Mendua&#8230; diduakan&#8230; semua sangat menyakitkan&#8230; sangat memilukan hatiku, namun tidak bagimu&#8230; seandainya aku ada diposisimu, apakah kamu akan terus bisa menerima aku jika jelas &#8211; jelas mendua? Aku sangat yakin jika jawabanmu adalah TIDAK. Apakah bisa kamu bayangkan bagaimana perasaanku saat kamu bergumul dan bercinta dengan dirinya, atau sebalikanya kamu dengan aku bagaimana pula perasaannya. Bersyukurlah dia belum tau, sehingga dia tidak akan pernah merasakan luka seperti yang aku rasakan, luka yang kau sengaja untuk kamu lakukan, luka yang telah kamu rencanakan&#8230;.</p>
<p>Tuhan..inikah perjalanan hidup yang harus aku lewati&#8230; berdarah..bernanah dan sebentar lagi musnah&#8230; Tuhan&#8230;. deritaku masih panjangkah yang belum aku lalui.. Tuhan,&#8230; tak ada ijinmukah untuk aku bahagia&#8230;</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/gitasyahni.wordpress.com/203/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/gitasyahni.wordpress.com/203/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/gitasyahni.wordpress.com/203/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/gitasyahni.wordpress.com/203/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/gitasyahni.wordpress.com/203/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/gitasyahni.wordpress.com/203/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/gitasyahni.wordpress.com/203/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/gitasyahni.wordpress.com/203/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/gitasyahni.wordpress.com/203/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/gitasyahni.wordpress.com/203/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/gitasyahni.wordpress.com/203/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/gitasyahni.wordpress.com/203/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/gitasyahni.wordpress.com/203/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/gitasyahni.wordpress.com/203/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=gitasyahni.wordpress.com&amp;blog=3436166&amp;post=203&amp;subd=gitasyahni&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gitasyahni.wordpress.com/2011/04/01/kehidupan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/ef78bbf303ee1b61f880eb5fe48715f5?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">gitasyahni</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
